OpiniInsight

Memahami Konten Digital Para Pejabat dan Peranannya dalam Media Sosial

INDOMIE.....maka secara spontan kita mengikuti SELERAKU, kok bisa ya?

Opini – Konten, yang berasal dari bahasa Inggris “content,” adalah segala bentuk informasi atau materi yang dipublikasikan melalui berbagai media, terutama media elektronik. Konten dapat berupa teks, gambar, video, audio, atau kombinasi dari semuanya.

Saat ini, siapa pun bisa menciptakan dan menyebarkan konten melalui media sosial (medsos), dan jika beruntung, konten digital tersebut bisa menjadi viral.

Facebook bahkan menyebut pengguna sebagai “konten kreator digital” karena aktivitas mereka dalam menciptakan isi seperti status di media sosial, postingan blog, artikel situs web, dan bentuk informasi digital lainnya.

Karena konten adalah informasi, setiap individu memiliki kebebasan menyampaikan pandangannya melalui konten yang dibuat. Konten memungkinkan kita mengungkapkan pendapat dan menanggapi isu secara terbuka tanpa sensor pihak lain.

Namun, ketika pejabat publik membuat konten digital, hal ini menjadi bentuk pembagian informasi berdasarkan sudut pandang pribadi mereka. Konten tersebut bisa objektif jika disampaikan dengan fakta jujur, tetapi juga bisa subjektif atau manipulatif, jika diedit untuk membentuk persepsi tertentu di masyarakat.

Konten Digital Pejabat Publik: Transparansi atau Strategi?

Pejabat publik adalah figur yang patut dikritisi karena mereka dipilih oleh rakyat. Sebagai masyarakat, kita harus cerdas dan kritis, tidak langsung percaya begitu saja pada konten yang mereka sajikan. Biasanya, konten pejabat melewati proses editing oleh tim kreatif mereka. Konten yang menguntungkan pejabat akan dipublikasikan, sementara konten yang merugikan bisa saja disembunyikan.

Untuk mendapatkan gambaran informasi yang seimbang, penting bagi kita untuk juga menyimak konten dari sumber lain seperti media online, televisi, atau kreator konten yang kredibel.

Kunci agar terhindar dari fanatisme berlebihan terhadap figur publik adalah melihat berbagai sudut pandang. Jangan langsung percaya konten pejabat sebagai satu-satunya kebenaran, karena konten tersebut dibuat oleh tim internal mereka sendiri.

Pengakuan dari pihak luar atau masyarakat luas terhadap prestasi pejabat lebih bermakna dibandingkan hanya klaim hebat yang diucapkan sendiri lewat konten. Dalam budaya Bekasi misalnya, memuji diri sendiri disebut “ngagul” dan dianggap kurang baik jika dilakukan terus-menerus.

Efek Iklan Konten Pejabat: Hipnotis Alam Bawah Sadar

Kadang, pejabat tidak harus secara langsung mengatakan bahwa dirinya hebat. Dengan menampilkan kegiatan dan aktivitasnya secara konsisten dan alami, mereka seperti menjalankan iklan terselubung. Ini mirip dengan iklan mie instan yang sukses menghipnotis alam bawah sadar kita melalui jingle yang melekat kuat, sehingga kita secara otomatis mengasosiasikan produk tersebut dengan rasa yang kita sukai.

INDOMIE…..maka secara spontan kita mengikuti SELERAKU, kok bisa? Karena alam bawah sadar kita sudah terhipnoptis iklan indomie

Disadur dari tulisan Babeh Afif di FB. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button