Olahraga

Debut Menggemparkan Eliano Reijnders

Debut yang Mengesankan Eliano Johannes Reijnders di Persib

Pertandingan melawan Persebaya dalam laga pekan kelima Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) menjadi momen penting bagi Eliano Johannes Reijnders. Pemain naturalisasi asal Belanda ini melakukan debutnya bersama Persib di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia. Laga pertamanya berjalan dengan lancar, dan Persib berhasil meraih poin penuh setelah mengalahkan Persebaya dengan skor 1-0.

Eliano masuk pada menit ke-60 menggantikan Ramon Tanque. Meskipun hanya bermain sekitar 30 menit, ia mampu menunjukkan performa terbaiknya. Penampilannya mendapat apresiasi dari ribuan bobotoh yang hadir di stadion. Ia merasa sangat senang bisa tampil di laga klasik ini dan mengatakan bahwa tim bermain sangat baik serta menunjukkan dominasi yang kuat.

“Kami menghadapi lawan yang bagus. Menurut saya, di babak kedua, kami bisa melakukan serangan balik yang bagus. Memang tidak ada gol tambahan tercipta, tapi kami harus tetap bermain seperti ini,” ujar Eliano seusai pertandingan.

Adik dari pemain Manchester City Tijani Reijnders ini mengatakan bahwa ini baru permulaan. Persib akan menghadapi Lion City Sailors pada laga perdana babak penyisihan Grup G Asia Champions League Two pada tanggal 18 September mendatang. Kemenangan dari Persebaya menjadi motivasi tambahan bagi semua pemain sebelum menghadapi pertandingan penting tersebut.

Eliano mengaku sangat senang karena pelatih memberinya kesempatan untuk bermain. Ia juga tidak sabar menantikan pertandingan di Liga Champions. Atmosfer pertandingan di Stadion GBLA sangat luar biasa karena suporter terus bernyanyi dan menyemangati tim. Hal ini berbeda dari saat ia bermain di Eropa, dan ia sangat menikmati suasana di sini.

Meski baru bergabung, Eliano tidak mengalami kendala di dalam tim karena semua pemain dan jajaran pelatih sangat membantu. Sekarang, ia semakin bersemangat untuk memberikan kontribusi terbaiknya untuk Persib.

Dari segi permainan, gaya sepak bola di Indonesia menuntut pemain untuk bisa melakukan berbagai hal. Artinya, pemain harus bisa menyerang dan bertahan. Sementara di Eropa, tim cenderung memasang pemain sesuai posisinya. Untuk bertahan, pemain fokus bertahan saja tanpa menyerang.

“Saya rasa, karena perbedaan cuaca jadi tentu saja sulit bermain di sini. Di sini cukup panas. Tapi di sini juga banyak diperkuat pemain yang bagus. Saya merasa kalau di sini kami harus menyerang, bertahan, menyerang, bertahan. Sedangkan di Eropa kadang ada tim yang memilih untuk hanya bertahan saja. Tetapi kalau di Indonesia harus bertahan dan menyerang,” tuturnya.

Eliano mengaku masih beradaptasi dengan gaya sepak bola di Indonesia. Cuaca yang berbeda juga membuatnya perlahan-lahan bisa beradaptasi dengan cepat. Meskipun begitu, ia yakin bahwa dengan dukungan dari seluruh pemain dan pelatih, ia dapat terus berkembang dan memberikan yang terbaik untuk Persib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button