Nasional

Distribusi Hasil Hortikultura Maluku Tengah: Masohi, Ambon, Weda, dan Papua

Produksi Hortikultura Maluku Tengah yang Cukup untuk Pasar Lokal dan Luar Daerah

Kabupaten Maluku Tengah memiliki lahan pertanian yang cukup luas, sehingga memungkinkan produksi pertanian yang mencukupi kebutuhan pasar lokal maupun daerah lain. Hasil produksi ini tidak hanya berkontribusi pada kebutuhan masyarakat di wilayah sendiri, tetapi juga didistribusikan ke beberapa kota dan kabupaten seperti Kota Ambon, Weda hingga Papua.

Kecamatan dengan Produksi Terbanyak

Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah, dua kecamatan yang tercatat sebagai penghasil hortikultura terbanyak adalah Kecamatan Seti dan Kobi. Hasil produksi dari kedua kecamatan ini kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah, termasuk Masohi, Kota Ambon, Papua, dan Weda. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura saat dikonfirmasi dalam sebuah kesempatan.

Distribusi ke Pasar-Pasar Utama

Menurut Arsad, Kepala Dinas tersebut, hasil pertanian hortikultura Maluku Tengah banyak masuk ke Kota Ambon. Ia menjelaskan bahwa tanaman hortikultura di Kabupaten Maluku Tengah menjadi pusat pasokan bagi pasar-pasar di Kota Ambon. Selain itu, ketika kapal cepat Kobi-Weda beroperasi secara aktif, hasil pertanian juga banyak disalurkan ke Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Namun, ketika kapal Weda mulai beroperasi lebih banyak, distribusi hasil pertanian dari Kecamatan Seram Utara Timur Seti dan Kecamatan Seram Utara Timur Kobi lebih banyak dibawa ke Weda.

Suplai Sayuran Segar untuk Wilayah Maluku

Arsad juga menyebutkan bahwa kebutuhan pasar di Maluku akan sayur-sayuran segar sebagian besar dipenuhi oleh Kabupaten Maluku Tengah. Contohnya, dari Leihitu maupun Salahutu. Ia menambahkan bahwa Kota Madya memiliki pasokan dari Maluku Tengah yang bertanggung jawab mengisi kebutuhan pasar di sana.

Data Produksi Pertanian Tahun 2024

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2024, produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim di Kabupaten Maluku Tengah masih berada di bawah Kabupaten Buru. Berikut adalah data produksi pertanian Maluku Tengah:

  • Bawang daun: 869,50 kwintal
  • Bawang merah: 489,00 kwintal
  • Bawang putih: –
  • Bayam: 1.292,00 kwintal
  • Buncis: 1.586,00 kwintal
  • Cabai rawit: 5.378,70 kwintal
  • Kacang panjang: 2.177,00 kwintal
  • Kangkung: 2.031,00 kwintal
  • Kembang kol: 281,00 kwintal
  • Ketimun: 1.772,50 kwintal
  • Kubis: 671,00 kwintal
  • Labu Siam: 377,00 kwintal
  • Melon: 463,00 kwintal
  • Petsal/sawi: 1.655,00 kwintal
  • Semangka: 606,00 kwintal
  • Terung: 2.022,80 kwintal
  • Tomat: 2.208,00 kwintal
  • Wortel: 104,00 kwintal
  • Cabai teporong: 1.593,00 kwintal
  • Cabai keriting: 2.772,20 kwintal

Potensi dan Tantangan Produksi

Meskipun produksi hortikultura Maluku Tengah cukup besar, terdapat tantangan dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi distribusi. Dengan adanya perbaikan infrastruktur transportasi dan penguatan sistem logistik, potensi ekonomi dari sektor pertanian ini dapat dimaksimalkan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button