DPD Amphuri DIY: Belum Ada Pembatalan Umrah dari Jamaah DIY

Kondisi Umrah di DIY: Tidak Ada Pembatalan dan Jadwal Tetap
Ketua DPD Amphuri DIY, Adam Basyori, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada jamaah asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang membatalkan rencana perjalanan umrah. Rencana keberangkatan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Adam menjelaskan bahwa risiko pembatalan umrah memang cukup besar, termasuk ketidakpastian dalam pengembalian dana dari maskapai penerbangan maupun hotel. Namun, hingga kini, semua jamaah yang terdaftar masih menjalani proses persiapan tanpa adanya penundaan.
“Peningkatan jumlah jamaah umrah biasanya terjadi di akhir Ramadan. Mereka akan berangkat sekitar pekan depan. Semua jamaah tidak ada penundaan,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026).
Ia menambahkan bahwa para jamaah umrah tidak terlalu khawatir terkait konflik yang sedang berlangsung di wilayah Timur Tengah. Sebagian besar jamaah yang melakukan umrah selama Ramadan sudah pernah melakukan ibadah umrah sebelumnya. Oleh karena itu, mereka lebih memahami kondisi di Arab Saudi.
“Karena seperti yang saya alami waktu berkunjung ke Al-Aqsa. Saat itu jalur Gaza sedang mengalami pertikaian juga. Namun, tidak terjadi apa-apa. Para turis tetap bisa berwisata,” tambahnya.
Selain itu, penerbangan yang sempat tertunda di Uni Emirat Arab kini sudah kembali normal. Pemerintah Arab Saudi juga telah memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi para jamaah umrah.
“Jadi semuanya sudah aman dan pemerintah Saudi sendiri menjamin keamanan. Hanya saja, beberapa jamaah mungkin tertahan karena penerbangan yang transit di Uni Emirat. InsyaAllah sejauh ini masih aman,” ujarnya.
Tanggapan Terhadap Imbauan Penundaan Umrah
Terkait dengan adanya imbauan penundaan keberangkatan umrah dari Kementerian Haji dan Umrah RI, Adam menyebut perlu adanya solusi lebih lanjut. Hal ini mengingat permintaan umrah pada akhir Ramadan sangat tinggi.
Di samping itu, persiapan dan pembayaran akomodasi sudah dilakukan jauh-jauh hari. Mulai dari pengajuan visa, pembelian tiket, hingga reservasi hotel, semuanya sudah dilakukan oleh jamaah.
“Kami mengapresiasi Kemenhaj dan Kemenlu yang menghimbau penundaan keberangkatan umrah demi antisipasi keselamatan dan keamanan. Namun, kami juga mohon solusi karena persiapan keberangkatan jamaah sudah berjalan,” ujarnya.
Persiapan Jemaah Umrah yang Matang
Banyak jamaah yang telah merencanakan perjalanan umrah secara matang. Proses persiapan dimulai jauh-jauh hari agar semua kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik. Termasuk dalam hal pengajuan visa, pembelian tiket, serta reservasi penginapan.
Adanya imbauan penundaan dari pihak berwenang memang menjadi perhatian serius. Namun, banyak jamaah tetap percaya bahwa keamanan dan keselamatan dapat dijaga dengan baik, terlebih jika pemerintah Arab Saudi telah memberikan jaminan tersebut.
Dengan begitu, meskipun ada tantangan, keberangkatan umrah dari DIY tetap berjalan sesuai rencana. Para jamaah tetap optimis bahwa perjalanan mereka akan berjalan lancar dan aman.










