Nasional

Irigasi Anai II, Jantung Pertanian Pariaman Selatan

Gotong Royong Bersama Masyarakat untuk Menjaga Kelancaran Sistem Pengairan Pertanian

Dalam rangka menjaga kelancaran sistem pengairan pertanian, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar kegiatan gotong royong (goro) bersama masyarakat di kawasan Irigasi Anai II, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap infrastruktur vital yang menopang sektor pertanian masyarakat.

Kegiatan goro tersebut dipimpin oleh Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman Afrizal Azhar. Dalam kesempatan tersebut, mereka melakukan pembersihan sedimen lumpur, rumput liar, serta sampah yang menyumbat aliran drainase irigasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan debit air tetap lancar menuju sawah-sawah warga, terutama menjelang musim tanam.

Mulyadi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat. “Selain menjaga kebersihan lingkungan, ini juga langkah antisipasi agar debit air ke sawah-sawah warga tetap lancar,” ujarnya di sela acara yang digelar pada Minggu (15/2/2026) silam.

Ia menambahkan bahwa kegiatan goro tidak hanya dilaksanakan di satu titik, melainkan di beberapa lokasi sepanjang Irigasi Anai II. Adapun lokasi yang menjadi fokus kegiatan antara lain:

  • Desa Batang Tajongkek
  • Desa Sungai Kasai
  • Desa Marabau
  • Desa Padang Cakur
  • Desa Palak Aneh
  • Desa Balai Kuraitaji

Menurutnya, Irigasi Anai II merupakan urat nadi bagi lahan pertanian di wilayah Pariaman Selatan. Dengan dilaksanakannya goro tersebut, diharapkan aliran air menjadi lebih lancar tanpa hambatan sampah atau pendangkalan, serta mencegah terjadinya luapan air ke permukiman saat curah hujan tinggi.

Pentingnya Peran Masyarakat dalam Pelestarian Irigasi

Mulyadi juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan irigasi secara mandiri. Ia menekankan bahwa tidak boleh membuang sampah ke aliran air, karena hal tersebut dapat merusak sistem pengairan dan mengganggu produktivitas pertanian di masa depan.

Kegiatan goro ini tidak hanya berdampak positif pada kelancaran aliran air, tetapi juga memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Dengan partisipasi aktif dari berbagai pihak, diharapkan Irigasi Anai II dapat terus berfungsi optimal dalam mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut.

Langkah Kolaboratif untuk Masa Depan Pertanian

Selain kegiatan pembersihan, pemerintah juga berencana untuk melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi irigasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada hambatan yang mengganggu aliran air, terutama selama musim hujan atau musim tanam.

Beberapa inisiatif lain yang akan diterapkan antara lain:

  • Pelatihan bagi masyarakat tentang cara merawat irigasi secara mandiri
  • Pemasangan tanda peringatan di area irigasi untuk mencegah pembuangan sampah
  • Penambahan saluran drainase tambahan di titik-titik rawan

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Irigasi Anai II dapat menjadi contoh sukses dalam menjaga kelancaran sistem pengairan pertanian. Kegiatan seperti ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button