BisnisInsightKuliner

Cuan Bisnis Ayam Bakar di Bekasi Bisa Mengalahkan UMK Bekasi ?

Bekasi, Bericuan.id – Bisnis recehan “ecek-ecek” yang tidak “bergengsi” seperti bisnis ayam bakar di Bekasi memanfaatkan kios kecil di sebuah jalan perkampungan, tidak bisa dipandang sebelah mata

Di Bekasi, tepatnya di daerah Jatisari Jatiasih Bekasi, terdapat sebuah warung ayam bakar yang menjual ayam, ikan, nila, lele yang bisa dimasak dengan cara dibakar maupun di goreng

Harga per porsi rata-rata Rp. 15.000 belum termasuk nasi, tetapi melihat lokasi berjualannya di perkampungan yang tidak ada tempat wisata atau pusat keramaian, maka paket menggunakan nasi hampir tidak pernah laku

Kebanyakan orang membeli lauknya saja untuk di bawa pulang. Selain itu, untuk makan di tempat juga tidak nyaman

Dalam sehari penjual bisa menjual rata-rata 100 porsi, ini fluktuatif jumlahnya tetapi jika di rata-rata, sekitar 100 porsi lauk ayam, nila, lele tanpa nasi

Jadi jika terjual 100 porsi x Rp. 15.000 = Rp. 1.500.000/hari, dalam sebulan dia berjualan 26 hari maka total dalam sebulan Rp. 39.000.000

Biaya sewa kios sekitar Rp. 500,000 – Rp. 700,000 sudah termasuk listrik dan ini tergantung lokasinya

Jika ambil profit bersih 30% dari penjualan maka yang diterima Rp. 11,700.000 per bulan

Bandingkan dengan UMK Bekasi 20241https://jabarprov.go.id/berita/bey-machmudin-tetapkan-umk-2024-kabupaten-dan-kota-kota-bekasi-tertinggi-banjar-terendah-11566 sebesar Rp 5.343.430, jumlahnya 2x lipat

Ini belum termasuk jika ada pesanan kagetan seperti untuk acara pesta, catering yang setiap bulan selalu ada saja yang pesan, ditambah lagi sekarang memasuki bulan puasa, biasanya kebutuhan untuk buka bersama akan tinggi

Bisnis ayam bakar di Bekasi
Proses memanggang ayam dan nila bakar (Dokpri)

Perbaikan Untuk Bisnis Ayam Bakar di Bekasi

Ada yang patut disayangkan dari para pedagang seperti ini, yaitu mereka tidak sesegera mungkin memanfaatkan digital marketing untuk mempertahankan penjualannya

Rata-rata mereka tidak mempunyai Google Maps, tidak mempunyai nama merk yang jelas biar orang ingat, pembayaran masih harus cash tidak bisa debet rekening

Mereka harus sesegera mungkin melengkapi semuanya, itu semua tidak mahal, semuanya gratis, hanya dibutuhkan konsistensi seperti yang mereka lakukan selama ini

Ada yang sudah menjalankan usaha berjualan makanan seperti bisnis ayam bakar di Bekasi lebih dari 10 tahun dengan cara seperti ini tanpa melakukan perubahan apapun termasuk perubahan di menu dan mereka masih tetap bertahan sampai saat ini

Gimana, masih mikir-mikir menjalankan bisnis ayam bakar di Bekasi.? (*)

Sumber Rujukan :

  • 1
    https://jabarprov.go.id/berita/bey-machmudin-tetapkan-umk-2024-kabupaten-dan-kota-kota-bekasi-tertinggi-banjar-terendah-11566

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button