OpiniInvestasi

Tuhan Selalu Menolong, Tapi Kamu Gak Sadar! Kisah Nyata yang Akan Mengubah Pandanganmu!

Sesungguhnya Allah sudah menolong dia sejak dulu, melalui aset-aset yang dimiliki

Opini, Bericuan.id – Tuhan telah menolongmu, dan Dia akan terus menolongmu. Namun, seringkali kita abai dan tidak menyadari pertolongan itu.

Alkisah, ada seorang orang sholeh yang sangat rajin beribadah. Ibadahnya luar biasa bagus dibandingkan teman-temannya. Suatu hari, saat ia mencari nafkah di laut, perahunya bocor dan mulai tenggelam. Ia berdoa dengan sungguh-sungguh memohon pertolongan Tuhan.

Setelah berdoa, sebuah kapal nelayan datang hendak menolongnya. Tapi orang tersebut menolak, karena yakin Tuhan akan menolongnya dengan cara lain. Kemudian muncul kapal kedua yang juga hendak membantu, tapi dia tetap menolak.

Sayangnya, karena menolak pertolongan itu, ia akhirnya tenggelam dan meninggal. Saat bertemu Tuhan, ia bertanya, “Kenapa Tuhan tidak menolongku?”

Tuhan menjawab, “Aku sudah mengirim dua kapal nelayan untuk menolongmu, tapi kamu menolaknya.”

Kisah ini mengajarkan bahwa ketika kita berdoa, Tuhan sering menjawab dengan mengirimkan orang-orang atau peluang untuk membantu kita. Namun, kita terkadang menolak bantuan itu.

Jadi, saat hidup sedang dalam masalah, coba lihat sekeliling. Mungkin Tuhan sudah memberikan jawaban atas doa-doamu, tapi kamu tidak menyadarinya atau bahkan menolaknya. Kadang bantuan itu datang dari orang lain atau melalui pengalaman masa lalu kita.

Tuhan Selalu Menolong Lewat Jalan yang Tak Terduga

Saya punya teman berusia 53 tahun yang terkena stroke dan sempat lumpuh separuh tubuh. Dia seorang pengusaha yang berobat mandiri tanpa BPJS demi mendapatkan pelayanan terbaik. Biaya pengobatan dan terapi mencapai ratusan juta rupiah tiap bulan, tapi dengan usaha dan doa, kini di bulan kelima ia sudah mulai bisa belajar naik sepeda kembali.

Suatu hari, dia bertanya melalui WA: “Om APU, saya sudah lemah secara fisik untuk melanjutkan bisnis. Anak pertama saya baru masuk kuliah. Apa passive income yang bisa saya kembangkan?”

Saya tanya berapa kebutuhan hidup sebulan. Dia jawab:

  • Nafkah istri 10 juta
  • Kuliah anak 4,5 juta
  • Jajan anak 5 juta Total sekitar 20 juta per bulan.

Dulu bisnisnya bisa menutupi kebutuhan, sekarang sudah tidak bisa. Dia mulai memakai tabungan untuk mencukupi.

Namun, saya ingatkan, sejak 2003 dia sudah punya aset seperti:

  • Kebun sawit 3 hektar di Kalimantan yang hasilnya bisa 7-10 juta per bulan
  • Rumah yang disewakan dengan pendapatan 30 juta per tahun

Saya sarankan: Jual aset yang tidak bergerak dan tidak bermanfaat, lalu fokus pada:

  1. Kuliah anak sampai selesai
  2. Menafkahi keluarga
  3. Fokus pada kesehatan

Karena sesungguhnya Allah sudah menolong dia sejak dulu, melalui aset-aset yang dimiliki. Kenapa tidak memaksimalkan kebun sawit yang sudah terbukti memberi keuntungan? Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah Tuhan beri.

Jangan abaikan pertolongan Tuhan selalu menolong melalui orang lain atau kesempatan yang ada di sekitarmu. Tuhan selalu menolong dalam berbagai bentuk. Yuk, tangkap peluang tersebut dan jalani hidup dengan penuh harapan dan semangat!

Semoga sukses dan sehat selalu untuk kita semua.

Disadur dari tulisan pak Apu – Investor dan Praktisi Bisnis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button