TeknologiIndustriInternasional

OpenAI Segera Meluncurkan Browser AI Dengan Teknologi Operator, Bagaimana Nasib Google Chrome?

Dengan sekitar 500 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, potensi adopsi browser ini cukup besar.

Teknologi, Bericuan.id – Bisnis teknologi terus mengalami transformasi signifikan sejak kemunculan ChatGPT pada akhir 2022. OpenAI, yang berada di garis depan perkembangan teknologi kecerdasan buatan, dikabarkan tengah bersiap meluncurkan browser AI baru yang dilengkapi teknologi AI.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa browser AI ini akan meluncur dalam waktu dekat, dengan agenda utama untuk menantang dominasi Google Chrome, browser paling populer di dunia yang dikuasai oleh Alphabet.

1. Teknologi Browser AI Agent Operator

Browser baru OpenAI akan menghadirkan teknologi AI Agent yang dikenal sebagai “Operator.” Dengan teknologi ini, pengguna dapat menjalankan berbagai tugas otomatis, seperti memesan makanan, mengisi formulir, atau mencari informasi hanya dengan beberapa interaksi mudah dan langsung.

Teknologi ini bukan sekadar mengarahkan pengguna ke halaman web tradisional, melainkan membantu menjalankan tugas-tugas sehari-hari secara langsung, tanpa perlu berpindah tab atau membuka aplikasi lain.

Dengan demikian, pengalaman browsing tidak lagi terbatas pada membuka situs web, tetapi lebih kepada pencapaian tujuan pengguna secara efektif dan cepat.

2. Strategi Besar OpenAI dalam Mencari Pertumbuhan Baru

Meluncurkan browser AI sendiri menjadi bagian strategi besar dari OpenAI untuk meningkatkan kehadirannya dalam kehidupan sehari-hari, baik secara pribadi maupun profesional. Dengan sekitar 500 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, potensi adopsi browser ini cukup besar.

Jika berhasil, browser AI ini bisa menjadi ancaman serius bagi ekosistem iklan Google, yang sangat bergantung pada data pengguna yang dikumpulkan oleh Google Chrome untuk menargetkan iklan secara efisien.

Sebelumnya, OpenAI telah menunjukkan komitmennya untuk memperluas keberadaannya di dunia teknologi melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan mengakuisisi startup perangkat AI “io” senilai USD 6,5 miliar.

Dengan kepemimpinan mantan kepala desain Apple, Jony Ive, langkah ini menunjukkan ambisi OpenAI untuk tidak hanya memfokuskan pada software, tetapi juga perangkat keras.

3. Persaingan dengan Google Chrome

Google Chrome, yang saat ini mendominasi pasar browser, telah menjadi salah satu sumber utama pendapatan Google. Hampir 75% pendapatan Alphabet berasal dari pendapatan iklan yang didukung oleh data yang diperoleh melalui Chrome.

Dengan meluncurkan browser berbasis AI, OpenAI berpotensi mendapatkan akses langsung ke data perilaku pengguna, yang bisa berarti ancaman serius bagi dominasi Google dalam hal penargetan iklan.

4. Harapan dan Ketakutan Industri

Peluncuran browser baru OpenAI dijadwalkan dalam beberapa pekan mendatang. Namun, pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana respons dari komunitas teknologi terhadap produk ini. Bisa diprediksi bahwa ini akan mempercepat perkembangan teknologi AI dalam perangkat lunak, terutama yang terkait dengan pengalaman pengguna.

Namun, di sisi lain, ini juga memicu ketegangan baru dalam persaingan antara raksasa teknologi, terutama di sektor kecerdasan buatan dan pengumpulan data user.

Pengumuman peluncuran browser AI oleh OpenAI bukan hanya sekadar langkah untuk menantang dominasi browser Google Chrome, melainkan menjadi bukti komitmen perusahaan dalam memperluas inovasi teknologi AI.

Apakah browser ini cukup menarik bagi pengguna aktif ChatGPT? Bagaimana dampaknya terhadap industri iklan dan periklanan?

Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button