Tektok Desa Cisadon Sentul 2x Loop, Menaklukkan Trek 28 Km!

Hari Minggu pagi, 14 Desember, desa cisadon sentul jadi saksi perjalanan trail running yang penuh cerita. Rawi dan Dasuki memutuskan untuk menutup akhir pekan dengan berlari menyusuri alam desa cisadon sentul, sebuah kawasan yang sudah lama dikenal oleh pecinta lari trail dan trekking di Sentul, Bogor.
Dengan target ambisius 2x loop, mereka memulai langkah dari area kandang sapi Prabowo menuju desa cisadon sentul dan kembali lagi.
Desa cisadon sentul bukan sekadar destinasi lari. Wilayah ini menawarkan kombinasi jalur tanah, tanjakan panjang, turunan teknikal, dan suasana desa yang masih asri. Itulah yang membuat desa cisadon sentul terasa ideal untuk pelari yang ingin latihan jarak jauh sekaligus healing tipis-tipis.
Dari titik awal ke desa Cisadon, jaraknya sekitar 7 kilometer. Artinya, sekali pulang-pergi sudah mengantongi 14 kilometer. Dengan 2 loop, total jarak yang ditempuh di desa cisadon sentul mencapai kurang lebih 28 kilometer.

Desa Cisadon Sentul
Cuaca cerah pagi itu jadi bonus besar. Matahari tidak terlalu terik, angin sejuk khas perbukitan Sentul menemani setiap langkah. Jalur menuju desa cisadon sentul terasa segar, meski tanjakan panjang mulai menguras tenaga di kilometer-kilometer awal.
Di loop pertama, Rawi dan Dasuki mencatat waktu sekitar 1 jam 25 menit dari kandang sapi ke desa Cisadon sentul. Turun kembali ke titik awal juga memakan waktu yang kurang lebih sama.
Yang membuat trail running di jalur Cisadon terasa berbeda adalah suasananya. Sepanjang jalur, sesekali mereka berpapasan dengan warga lokal, petani, dan anak-anak desa yang ramah.
Desa Cisadon memang masih hidup dengan ritme tradisional, dan itu jadi nilai tambah tersendiri bagi pelari yang ingin merasakan pengalaman lari yang lebih “hidup”.
Memasuki desa cisadon sentul, ada banyak warung kecil yang menjual makanan dan minuman sederhana. Rawi dan Dasuki memanfaatkan momen ini untuk mengisi energi.

Makan, minum, dan ngobrol singkat dengan warga jadi bagian dari cerita trail running di desa Cisadon.
Bahkan waktu lari mereka cukup banyak tersita untuk berhenti sejenak, termasuk menunaikan sholat Dzuhur di masjid desa Cisadon.
Loop kedua dimulai dengan kondisi fisik yang sudah mulai terkuras. Meski begitu, semangat masih terjaga. Jalur desa cisadon sentul di loop kedua terasa lebih menantang karena kaki mulai berat.
Namun secara catatan waktu, loop kedua tidak jauh berbeda dari loop pertama. Ini membuktikan bahwa ritme dan pacing di jalur Cisadon cukup konsisten jika dijalani dengan strategi yang tepat.
Total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan 2 loop trail running di Cisadon sentul adalah sekitar 6 jam 57 menit. Waktu ini sudah termasuk makan, istirahat, dan ibadah.
Jika waktu istirahat dikurangi, estimasi waktu efektif lari di desa Cisadon bisa sekitar 5 hingga maksimal 6 jam. Angka ini cukup realistis untuk pelari trail yang ingin mencoba jarak 28 kilometer dengan elevasi menantang.
Perlu dicatat, kondisi cuaca sangat memengaruhi karakter jalur desa Cisadon. Saat cuaca cerah, tanah cenderung padat dan relatif aman.

Namun jika hujan turun, jalur desa Cisadon bisa berubah drastis. Tanah menjadi becek, licin, dan turunan terasa jauh lebih teknikal.
Di kondisi seperti ini, waktu tempuh di desa cisadon sentul bisa lebih lama dan risiko terpeleset juga meningkat, jadi kehati-hatian wajib dijaga.
Bagi pelari yang sedang mencari lokasi trail running jarak menengah hingga panjang, desa Cisadon layak masuk daftar rekomendasi.
Desa cisadon sentul cocok untuk latihan endurance, simulasi race, atau sekadar menikmati lari santai dengan bonus pemandangan alam dan keramahan warga desa. Jalurnya variatif, logistik mudah karena banyak warung, dan suasananya jauh dari hiruk-pikuk kota.
Pengalaman Rawi dan Dasuki membuktikan bahwa desa Cisadon bukan hanya tentang jarak dan elevasi, tapi juga tentang cerita di setiap langkah.
Dari tanjakan panjang, warung sederhana, hingga masjid desa, semua menyatu dalam satu pengalaman trail running yang lengkap.
Jika kamu ingin merasakan trail running yang autentik, menantang, dan berkesan, desa Cisadon adalah jawabannya.







