Gempa Susulan Guncang Tarakan, Pusatnya Lebih Dekat Hari Ini

Gempa Kembali Mengguncang Tarakan, Kalimantan Utara
Gempa kembali mengguncang wilayah Tarakan, Kalimantan Utara, pada hari ini, Sabtu 8 November 2025. Seperti gempa yang terjadi pada Rabu lalu, gempa kali ini juga menimbulkan dampak yang cukup signifikan. Guncangan gempa hari ini dilaporkan mencapai skala IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity), yang berarti dirasakan oleh sebagian besar penduduk dan dapat menyebabkan kerusakan ringan.
Wilayah lain di Kalimantan Utara juga merasakan guncangan gempa ini. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), intensitas gempa di Tanjung Selor dan Tana Tidung mencapai III-IV MMI, sedangkan di Tanjung Redep dan Nunukan lebih lemah, yaitu II-III MMI. Hal ini menunjukkan bahwa dampak gempa tidak merata di seluruh wilayah Kalimantan Utara.
Gempa hari ini terjadi tepatnya pada pukul 15.56 WIB. Kekuatannya mencapai Magnitudo 4,4, yang sedikit lebih rendah dibandingkan gempa Rabu lalu yang memiliki kekuatan M4,8. Meskipun demikian, gempa ini tetap menjadi perhatian serius karena lokasi dan dampaknya.
Menurut hasil analisis BMKG, pusat gempa hari ini berada di laut, dengan lokasi yang lebih dekat dari Tarakan dibandingkan gempa Rabu lalu. Lokasi gempa hari ini adalah 9 kilometer arah tenggara Tarakan, sedangkan gempa Rabu lalu berada di 24 kilometer. Kedalaman gempa tetap sama, yaitu 10 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa gempa ini termasuk jenis gempa bumi kedalaman dangkal.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat aktivitas Sesar Tarakan. Pernyataan ini sama seperti yang dikeluarkan BMKG setelah gempa Rabu lalu. Rasmid menambahkan bahwa gempa ini merupakan susulan dari gempa utama yang terjadi pada Rabu sore lalu.
“Hingga 8 November 2025 pukul 16:30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan gempa ini merupakan gempa susulan ke 8 dari gempa utama,” ujar Rasmid dalam keterangannya.

Peta gempa di Tarakan. Dok. BMKG
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak gempa dan sekitarnya tetap tenang. Masyarakat diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa. “Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa bumi, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bumi yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.”
Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono kembali menegaskan bahwa Kalimantan bukan wilayah bebas gempa. Dia menyatakan bahwa potensi gempa merusak tetap ada, meskipun aktivitas seismiknya lebih rendah dibanding kawasan lain di Indonesia seperti Sumatra, Jawa, atau Sulawesi.
“Sejarah menunjukkan bahwa gempa merusak di Tarakan (1923, 1925, 1936, dan 2025) berulang di wilayah yang sama, dipicu oleh aktivitas Sesar Tarakan — salah satu sesar aktif di bagian utara Kalimantan,” tuturnya dalam keterangan tertulis.










