Teknologi

Jensen Huang Buka Suara: Tiongkok Akan Ungguli AS di Teknologi AI

Peran Nvidia dalam Persaingan AI Global

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa China akan unggul dalam persaingan kecerdasan buatan (AI) dibandingkan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan setelah menghadiri Future of AI Summit, di mana ia menegaskan bahwa China hanya tertinggal beberapa nanodetik dari AS dalam perkembangan teknologi AI.

“Seperti yang sudah lama saya katakan, Tiongkok tertinggal beberapa nanodetik di belakang Amerika dalam hal AI,” ujar Huang dalam pernyataan terpisah melalui akun X Nvidia. Ia menilai bahwa China memiliki keunggulan karena biaya yang lebih rendah dan aturan yang lebih fleksibel.

Huang juga menekankan pentingnya bagi AS untuk bergerak cepat dan memenangkan hati para pengembang AI di seluruh dunia. Pada Oktober 2025, ia mengklaim bahwa AS dapat memenangkan persaingan AI jika perusahaan besar, termasuk yang berada di China, menggunakan sistem Nvidia.

Nvidia kini menjadi pusat perhatian dalam persaingan antara China dan AS. Kedua negara tersebut bersaing untuk mendapatkan supremasi dalam komputasi mutakhir dan kecerdasan buatan. “Kami ingin Amerika memenangkan perlombaan AI ini. Tidak diragukan lagi,” ujar Huang dalam konferensi pengembang Nvidia yang diadakan di Washington bulan lalu.

Kunjungan Huang ke China

Pada Juli 2025, Jensen Huang menerima sambutan luar biasa saat berkunjung ke China. Di Negeri Tirai Bambu, ia disamakan dengan seorang bintang rock. Media-media AS menggunakan istilah ‘rockstar’ saat menggambarkan disambutnya warga China terhadap Huang.

Kunjungan Huang ke China dianggap langka bagi Nvidia sebagai salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia. Ia menghadiri China International Supply Chain Expo di Beijing. Dalam beberapa kesempatan, Huang terlihat berinteraksi santai dengan publik, yang menjadi pemandangan yang tidak biasa bagi seorang CEO perusahaan terkuat di dunia.

Popularitas Jensen Huang

Popularitas Jensen Huang didorong oleh peran sentral Nvidia dalam pengembangan kecerdasan buatan global dan statusnya sebagai pemimpin di industri semikonduktor. Keberhasilannya dalam menjalin hubungan dengan pihak-pihak di China menunjukkan bahwa ia memiliki pengaruh yang luas di tingkat internasional.

Strategi dan Kepemimpinan di Dunia Teknologi

Dalam konteks persaingan global, Huang menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi. Ia percaya bahwa keberhasilan dalam bidang AI tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan untuk membangun jaringan dan hubungan yang kuat. Hal ini membuatnya menjadi sosok yang sangat dihargai di kalangan pengembang dan pengusaha teknologi.

Nvidia terus memperluas cakupan bisnisnya, termasuk di pasar Asia. Keberadaan perusahaan ini di China menunjukkan bahwa mereka tidak hanya fokus pada pasar barat, tetapi juga mengakui potensi pasar Asia yang besar.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Meskipun China memiliki keunggulan dalam biaya dan regulasi, AS masih memiliki keunggulan dalam inovasi dan infrastruktur teknologi. Namun, persaingan ini juga membuka peluang baru bagi perusahaan-perusahaan seperti Nvidia untuk berkembang dan memperluas pasar mereka.

Dengan pertumbuhan pesat di bidang AI, baik China maupun AS akan terus berkompetisi dalam upaya memimpin dunia teknologi. Sementara itu, peran Huang sebagai tokoh utama di bidang ini akan terus menjadi sorotan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button