Teknologi

Mengenang Watson, Ilmuwan DNA yang Kontroversial

James Watson, salah satu ilmuwan DNA yang berjasa dalam menemukan struktur DNA, wafat di sebuah rumah perawatan khusus untuk pasien lanjut usia (hospice) di New York, Amerika Serikat, pada 6 November 2025. Ia meninggal pada usia 97 tahun.

Watson adalah penerima Hadiah Nobel Kedokteran 1962 bersama Francis Crick dan Maurice Wilkins. Ketiganya dianggap sebagai pelaku penemuan bentuk rantai ganda DNA, yang menjadi dasar bagi inovasi tak terhingga di bidang biologi.

Setelah temuan penting tersebut, Watson melanjutkan karier dengan menjabat sebagai Direktur, Presiden, dan Penasihat Cold Spring Harbor Laboratory di New York. Di bawah kepemimpinannya, laboratorium tersebut berkembang pesat dan menjadi pemimpin dunia dalam bidang biologi molekuler.

Selain itu, ia juga memimpin Human Genome Project selama dua tahun sebelum mundur sebagai bentuk protes terhadap gerakan yang ingin mengajukan hak paten atas urutan gen.

Watson menyatakan bahwa buku yang ia tulis adalah pencapaian terbesarnya. Seorang pria yang diterima di University of Chicago pada usia 15 tahun dan awalnya menekuni ilmu zoologi ini berharap bukunya itu akan mendorong lebih banyak orang muda terjun ke dalam sains.

“Rantai ganda pasti ditemukan oleh seseorang. Saya hanya sedikit mempercepatnya. Tapi Francis Crick tidak pernah mau menulis The Double Helix, begitu juga dengan ilmuwan lainnya yang terlibat,” katanya.

Kontroversi dalam Karier Watson

Meski memiliki kontribusi besar, Watson juga dikenal memiliki banyak kontroversi sepanjang kariernya. Salah satunya adalah soal temuan struktur DNA, yang ternyata didasarkan pada foto sinar-X yang dibuat oleh Rosalind Franklin, seorang crystallograher sinar-X.

Sayangnya, kontribusi Franklin tidak disebut dalam makalah 1953 yang dipublikasikan di Jurnal Nature, sehingga Watson dan Crick meraih Hadiah Nobel. Watson sempat dikritik karena mengabaikan peran Franklin karena alasan gender.

Selain itu, Watson juga sering meremehkan bidang ilmu biologi lainnya dan mendapat kecaman. Pada 2007, ia mengalami sensor profesional yang akhirnya membuatnya mundur dari posisi di Cold Spring Harbor Laboratory.

Laboratorium tersebut kemudian memutus hubungan dengan Watson pada 2019 karena berbagai pernyataan prasangka dan tidak berbasis ilmiah tentang orang kulit hitam, perempuan, dan kelompok lainnya.

Pengaruh dan Warisan Watson

Meskipun banyak kontroversi, capaian akademis Watson menjadikannya sebagai salah satu ilmuwan paling penting di abad ke-20. Hasil penelitiannya membuka pintu bagi bidang studi baru, yaitu biologi molekuler dan phylogenetik evolusioner.

Ia memberikan pemahaman tentang genomik, atau bagaimana informasi turunan atau warisan genetik disimpan, serta cara-cara baru untuk mengobati penyakit keturunan.

Watson meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi dunia sains. Meskipun ada banyak kritik terhadap pendiriannya dan sikapnya, kontribusinya tetap menjadi fondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan modern. Buku-bukunya dan karya-karyanya terus menjadi referensi bagi para ilmuwan dan mahasiswa di seluruh dunia.

Perjalanan Karier yang Beragam

Dari awalnya menekuni zoologi hingga menjadi tokoh utama dalam penemuan DNA, perjalanan Watson penuh dengan tantangan dan prestasi. Ia tidak hanya berkontribusi dalam bidang sains, tetapi juga dalam pengembangan institusi seperti Cold Spring Harbor Laboratory.

Meskipun tidak semua langkahnya dianggap positif, kontribusi ilmiahnya tetap menjadi titik awal bagi banyak penemuan di masa depan.

Watson juga dikenal sebagai sosok yang penuh semangat dan ambisius. Ia terus berusaha untuk memperluas pemahaman manusia tentang dunia biologis. Dengan karya-karyanya, ia tidak hanya meninggalkan jejak di bidang sains, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda yang ingin mengejar jalan ilmu pengetahuan.

James Watson adalah seorang Ilmuwan DNA yang memiliki dampak besar terhadap dunia sains. Meskipun hidupnya penuh dengan kontroversi, kontribusinya tidak dapat dipungkiri.

Temuan struktur DNA dan kerja kerasnya dalam mengembangkan bidang biologi molekuler telah mengubah cara manusia memahami kehidupan dan penyakit. Meski ada kritik, warisan ilmiah Watson tetap menjadi dasar bagi banyak penelitian dan inovasi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button