Nasional

Petani Muda Terpuruk, Jagung Hibrida Hancur Akibat Babi Hutan

Petani Muda di Sindangwangi Mengeluhkan Serangan Babi Hutan

Petani muda di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menghadapi tantangan berat akibat serangan gerombolan babi hutan yang merusak tanaman jagung mereka. Peristiwa ini terjadi dalam tiga hari terakhir di lahan perkebunan yang dikelola oleh para petani muda tersebut. Tanaman jagung yang sedang menunggu waktu panen kini menjadi korban dari serangan hama yang tidak terduga.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (17/1/2026) pagi menunjukkan bahwa tanaman jagung jenis hibrida di lahan seluas sekitar 700 bata dirusak oleh gerombolan babi hutan. Ada empat titik lebih di lahan tersebut yang tanaman jagungnya tumbang porak poranda akibat diserang hama babi hutan. Banyak jagung berceceran di atas permukaan tanah, menunjukkan kerusakan yang cukup besar.

Perwakilan petani muda di Sindangwangi, Purkon (33), menjelaskan bahwa sudah dua hingga tiga hari terakhir tanaman jagung yang ditanamnya diserang oleh gerombolan babi hutan. “Kita sudah melakukan antisipasi, tapi babi ini menyerangnya di malam hari. Jadi, kita susah untuk kontrol karena jauh dari area pemukiman,” ujar Purkon kepada Tribun Jabar di lokasi kebun jagung di wilayah Desa Sindangwangi, Sabtu pagi.

Tanaman jagung yang diserang hama babi hutan, lanjut dia, ada sekitar empat titik lebih di total lahan perkebunan tersebut. “Jagung ini sudah berusia dua bulan lebih, tinggal nunggu panen sebulan lagi. Tapi sayang, kita dapat musibah sama kawanan babi hutan yang sering datang malam hari,” katanya.

Sebelumnya, pihak petani telah melakukan berbagai antisipasi, seperti menggunakan obat-obatan penangkal babi hutan. “Seperti ditabur kamper, tapi tetap babi menyerang ke perkebunan jagung. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, karena banyak tanaman jagung yang dirusak babi hutan,” ucap Purkon.

Untuk mencegah serangan babi hutan kembali terjadi, Purkon dan petani muda lainnya akan berdiskusi serta bertanya kepada senior petani. “Ya, mudah-mudahan nanti ada solusi terbaik agar bisa mencegah datangnya gerombolan babi hutan,” ujarnya.

Solusi yang Diharapkan

Petani muda di Sindangwangi membutuhkan solusi yang efektif untuk melindungi tanaman jagung mereka dari serangan babi hutan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membuat pagar penghalang: Pagar yang kuat dan tinggi dapat mencegah babi hutan masuk ke area perkebunan.
  • Menggunakan alat pengusir alami: Seperti alat pengusir suara atau cahaya yang dapat mengusir babi hutan.
  • Meningkatkan pengawasan: Petani muda dapat meningkatkan pengawasan di malam hari dengan bantuan warga setempat.
  • Mencari bantuan dari pihak berwenang: Melaporkan kejadian ini kepada dinas pertanian setempat untuk mendapatkan bantuan teknis dan sumber daya.

Dengan upaya-upaya tersebut, diharapkan para petani muda dapat melindungi hasil panen mereka dan mengurangi kerugian akibat serangan babi hutan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button