Keuangan

Walau Dollar Menguat, Tapii ehh Ternyata Neraca Perdagangan Maret Surplus Loch !!

Jakarta, Bericuan.id – Kementerian keuangan merilis adanya surplus Neraca perdagangan Indonesia pada Mar-2024 sebesar USD4,47 miliar, ini melampaui estimasi konsensus sebesar USD1,5 miliar. Surplus neraca perdagangan dibulan Mar-2024 ini ditopang oleh kinerja ekspor yang tumbuh sebesar +16,40% MoM menjadi USD22,43 miliar dan disatu sisi impor mengalami penurunan sebesar -2,60% MoM menjadi USD17,96 miliar.

Komponen non migas yang berasal dari export logam mulia dan perhiasan yang telah memberikan kontribusi kenaikan Export menjadi sebesar +17,12% MoM menjadi USD21,15 miliar. Komoditas logam mulia dan perhiasannaik +206,58% MoM menjadi USD925,8 juta.

Jangan lupa ini juga karena nilai impor barang komponen non migas seperti mesin dan peralatan mekanik lainnya sebesar -17,18% MoM menjadi USD473 juta. Sehingga membuat impor mencatat penurunan sebesar -5,34% MoM menjadi USD14,63 miliar.

Sementara itu ekonomi di negara kawasan region juga mencatatkan hal serupa. Singapura mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar +72,26% MoM menjadi USD296,2 juta. Secara kumulatif, periode Januari-Maret 2024, China masih menjadi kontributor utama dengan nilai USD5,78 miliar (+22,91%).

Dengan kinerja neraca perdagangan yang positif di kawasan regional ini, kami optimis bahwa ekonomi dalam negeri cenderung stabil di tengah eskalasi tensi geopolitik, penguatan nilai tukar Rupiah yang saat ini sedang terdepresiasi berpotensi berbalik arah.

Beberapa pengamat menilai naiknya komoditas global menjadi angin segar yang diharapkan untuk pertumbuhan PDB di 5,1% pada 1Q24. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button