Jasa Marga Gratiskan 4 Ruas Tol Saat Lebaran, Ini Daftarnya

JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) akan membuka secara fungsional empat ruas jalan tol selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 H. Keempat ruas ini akan dapat dilintasi oleh pemudik tanpa dikenakan tarif tol.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa keempat ruas yang akan dibuka fungsional tersebut berada di jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Operasional ini dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran distribusi lalu lintas.
“Menjelang periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 mendatang, sebanyak empat dari lima ruas jalan tol dimaksud [yang saat ini dalam tahap konstruksi] tengah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran distribusi lalu lintas dengan beroperasi secara fungsional tanpa tarif,” ujar Rivan dalam keterangan resmi.
Sepanjang 2025, JSMR terus mempercepat penyelesaian lima proyek tol, antara lain:
* Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi
* Jalan Tol Yogyakarta – Bawen
* Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo
* Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Selatan
* Jalan Tol Akses Patimban
Selain itu, JSMR juga terus memastikan kesiapan operasional melalui peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur panjang Lebaran 2026.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:
* Menjaga kondisi perkerasan jalan dalam keadaan baik
* Menambah jumlah petugas dan kendaraan operasional
* Peningkatan layanan teknologi melalui Jasa Marga Tollroad Command Center dan aplikasi Travoy
* Penambahan layanan dan fasilitas di Travoy Rest serta rest area jalan tol Jasa Marga Group
Berdasarkan prediksi pemerintah, puncak arus mudik Lebaran 2026/1447 H akan terjadi pada 18 Maret. Mayoritas pemudik akan menuju jalur Trans Jawa.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub, kepadatan lalu lintas akan terjadi pada H-2 Lebaran. Namun, melalui kebijakan work from anywhere (WFA), harapan besar adalah kepadatan dapat tersebar di hari-hari lainnya.
“Hitungannya 18 Maret [puncak arus mudik]. Tetapi dengan WFA kami harapkan puncak itu bisa kami sebar terdistribusi ke tanggal-tanggal dari mulai hari Jumat [13/3/2026],” ujarnya.
Secara umum, survei menunjukkan bahwa total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 50,60% penduduk atau sekitar 143,91 juta orang.
Kemenhub mencatat moda transportasi yang paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebanyak 76,24 juta orang, disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang).
Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebesar 50,63 juta orang, sedangkan pengguna sepeda motor lebih banyak memilih jalur alternatif selain jalur utama yaitu sebesar 8,65 juta orang.










