Teknologi

Bantul Uji Coba Biosaka Level 1 untuk Pertanian

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengadakan pertemuan terbatas dengan para aktivis pertanian untuk membahas inovasi biosaka level 1 atau metode baru pertanian. Kegiatan ini berlangsung di UPTD Balai Benih Pertanian Bantul pada Jumat (16/1/2026). Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memperkenalkan metode pertanian yang ramah lingkungan, efisien, dan efektif.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi biosaka yang pernah dilakukan di Kebonagung Kabupaten Bantul pada tahun 2023 silam. Ia menekankan pentingnya pengembangan pertanian yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

“Kita punya kepentingan pengembangan pertanian itu harus meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Kalau setiap pengembangan itu kok tidak memenuhi dua unsur ini, maka ya itu bukan pengembangan melainkan pemborosan,” katanya, kepada awak media.

Manfaat Inovasi Biosaka

Meskipun demikian, Halim mengaku skeptis terhadap kehadiran inovasi baru tersebut. Apalagi, inovasi ini masih sangat baru. Oleh karena itu, rencananya akan membuat demplot dan dilakukan pengamatan dari nol. Pasalnya, dunia pertanian sangat terbuka terhadap inovasi.

“Ternyata inovasi-inovasi ini kan menghasilkan manfaat yang nyata. Dulu, setiap hektare hanya menghasilkan padi sejumlah empat ton. Sekarang, per hektare sudah ada yang menghasilkan 10 ton. Nah, ini kan dampak atau akibat dari adanya inovasi,” jelasnya.

Selanjutnya, saat ini terdapat inovasi berupa penekanan penggunaan pupuk kimiawi sampai nol menjadi bagian penting untuk dilakukan uji coba dan dipertemukan dengan para aktivis pertanian secara terbatas.

“Pembuat inovasi itu sudah beberapa kali bertemu dengan saya. Yang selama dua sampai tiga tahun ini saya belum yakin. Tapi, yang terakhir itu, dia mencoba menjelaskan kepada saya proses, dampak, bukti, yang akhirnya saya menyatakan oke, baik, sehingga akan dilakukan uji coba di lahan terbatas dulu,” paparnya.

Penemu Biosaka Level 1 Mengungkapkan Kepedulian

Sementara itu, penemu biosaka level 1, Muhammad Ansar, memilih enggan membeberkan bahan racikan biosaka tersebut. Namun, kini ia mulai memberanikan diri untuk menyampaikan biosaka tersebut sebagai bukti empiris yang dapat digunakan oleh para petani Bantul.

“Dalam prosesnya, kami juga akan menunggu bagaimana respons para ahli terkait biosaka itu. Tapi perlu dipahami, biosaka itu bukan produk. Itu adalah gerakan yang saya rintis, namanya selamatkan alam kembali ke alam. Dan turunan biosaka itu ada banyak,” ujar orang asal Blitar, Jawa Timur.

Pentingnya Gerakan Bersama dalam Pengembangan Pertanian

Melalui inovasi biosaka level 1, Pemkab Bantul berharap dapat memberikan solusi yang lebih berkelanjutan bagi para petani. Dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, metode ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sambil tetap menjaga kesehatan lingkungan.

Para aktivis pertanian juga diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam mengimplementasikan inovasi ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan bisa tercipta sistem pertanian yang lebih harmonis dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button