Binte Biluhuta Jadi Sorotan di Festival Kuliner Nusantara, Peserta Saka Nasional Kehilangan Diri

Milu Siram Jadi Sorotan di Festival Kuliner Nusantara
Festival Kuliner Nusantara yang berlangsung di Taman Budaya Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menjadi ajang pameran kuliner khas daerah dari seluruh Indonesia. Salah satu hidangan yang mendapat perhatian besar adalah milu siram, makanan khas Gorontalo yang menjadi primadona di acara tersebut.
Acara Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional ini dihadiri oleh 34 kontingen dari 34 provinsi di Indonesia. Masing-masing kontingen memperkenalkan kuliner khas daerahnya, termasuk Gorontalo. Kontingen Gorontalo menyiapkan binte biluhuta atau yang lebih dikenal dengan sebutan milu siram, yang disajikan kepada para tamu undangan dan peserta acara.
Milu siram terdiri dari sup jagung yang dilengkapi dengan ikan cakalang suwir dan daun kemangi. Rasa pedas yang khas membuat hidangan ini menjadi favorit banyak orang.
Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional (Sekjen Kwarnas) Gerakan Pramuka, Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo, memberikan apresiasi terhadap kelezatan milu siram. Ia tampak lahap menikmati hidangan tersebut, bahkan keringat di dahinya mulai bercucuran karena rasa pedas yang terasa.
“Ada rasa kecutnya juga,” ujar Bachtiar setelah menghabiskan semangkuk milu siram. Ia berharap agar milu siram dapat terus dikenal hingga pelosok negeri. “Moga-moga makanan ini jadi ciri khas nusantara dan diperkenalkan ke berbagai daerah,” tambahnya.
Di tempat yang sama, beberapa peserta dari luar daerah juga mencoba milu siram. Maria Rumawir, kontingen dari Kwartir Cabang Minahasa, Sulawesi Utara, memberikan apresiasi terhadap rasa milu siram. “Manado juga suka pedas-pedas, ya, Kak. Tapi ini milu siram enak banget, apalagi pakai lemonnya segar, jadi segar,” ujarnya.
Glorivy Supit dari Kwarcab Minahasa juga menyampaikan pendapat serupa. Ia mengaku sudah terbiasa dengan masakan Manado sehingga tidak terlalu kaget dengan rasa pedas dari milu siram. “Enak banget, Kak. Kalau kayak Maria bilang tadi, untuk pedasnya sama karena di Sulawesi Utara juga suka sama pedas-pedas. Makanya ini jadi enak,” tambahnya.
Dua peserta asal Manado lainnya, Cahaya Tielung dan Shantania Kumolontang, juga menyampaikan pendapat yang sama. Cahaya menyukai semua kuliner khas daerah yang tersaji di festival ini. “Makanannya juga enak-enak dari berbagai daerah dan juga menginspirasi banyak-banyak daerah untuk mencoba makanan mereka,” katanya.
Shantania mengaku baru pertama kali mencicipi milu siram. “Rasanya sangat enak karena baru first time coba makanan ini khas Gorontalo, jadi rasanya enak,” ujarnya.
Selain peserta, masyarakat juga diberi kesempatan untuk mencicipi berbagai kuliner nusantara di Taman Budaya. Sejumlah warga terlihat berbincang dengan peserta yang berdiri sembari menjelaskan nama kuliner. Festival Kuliner Nusantara yang dirangkaikan dengan Karnaval Budaya ini ditutup dengan penampilan musisi lokal seperti Sedjiwa Band.
Para peserta menari bersama, mereka bergandeng tangan dan membentuk lingkaran. Mereka menari mengikuti irama musik. Tarian ini dikenal dengan Tari Dero khas Pamona, Poso.










