Info Arus Mudik 2026: Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Siap Layani Pemudik

Strategi Pengelolaan Arus Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk
Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk akan menjadi fokus utama dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. ASDP Indonesia Ferry, yang bertanggung jawab atas pengelolaan penyeberangan, telah merancang strategi khusus untuk memastikan kelancaran perjalanan para pemudik. Dalam periode tersebut, penumpang dan kendaraan kecil akan difokuskan pada dermaga Moveable Bridge (MB). Sementara itu, lalu lintas kendaraan barang akan dialihkan ke Dermaga Landing Craft Machine (LCM) dan Bulusan.
Tujuan dari strategi ini adalah untuk membuat distribusi arus penyeberangan lebih merata dan mencegah terjadinya penumpukan kendaraan sejak awal. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan selama masa libur Lebaran.
Selain itu, beberapa alternatif trayek juga disiapkan sebagai pendukung logistik menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Trayek Tanjung Wangi–Gilimas dan Jangkar–Lembar akan menjadi pilihan tambahan bagi para pengguna jasa. Dengan adanya alternatif ini, diharapkan tidak ada gangguan signifikan terhadap distribusi logistik selama musim mudik.
Penutupan Pelabuhan Saat Hari Raya Nyepi
Selain rencana pengelolaan arus mudik, ASDP juga menyiapkan kebijakan khusus saat Hari Raya Nyepi. Pada tanggal 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00, Pelabuhan Ketapang akan ditutup sementara. Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup pada 19 Maret pukul 05.00 hingga 20 Maret pukul 01.30. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga ketenangan dan kesucian hari raya tersebut.
Pembatasan Radius Pembelian Tiket
Untuk menghindari penumpukan penumpang di sekitar pelabuhan, ASDP akan menerapkan pembatasan radius pembelian tiket. Penumpang tidak diperbolehkan membeli tiket dari jarak 2,65 km dari Pelabuhan Ketapang dan 2 km dari Pelabuhan Gilimanuk. Masyarakat diimbau untuk membeli tiket melalui aplikasi atau website Ferizy sejak H-60 dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tercantum di tiket.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengisi data identitas secara lengkap dan benar saat membeli tiket. Hal ini penting untuk memastikan akurasi manifest dan keselamatan pelayaran.
Kesiapan Armada dan Infrastruktur
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa sebanyak 28–32 kapal akan disiapkan untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP juga akan menerapkan stimulus diskon tarif inisiasi Pemerintah sebesar 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan, setara dengan rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan.
Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang mencapai 5,8 juta orang, meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Pergerakan kendaraan diperkirakan mencapai 1,4 juta unit, naik 9,3 persen dari tahun sebelumnya.
Dengan kesiapan armada dan infrastruktur yang telah dipersiapkan, Heru optimistis mobilitas masyarakat tetap lancar dan konektivitas logistik selama arus mudik dan balik tetap terjaga. “Seluruh kesiapan ini merupakan komitmen menghadirkan layanan Lebaran yang tertib, aman, dan terkendali,” ujarnya.





