Kunjungan Wisatawan Asing ke Aceh Januari 2026 Turun 24,19 Persen

Data Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Aceh pada Januari 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh merilis data terbaru mengenai kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Rencong pada Januari 2026. Berdasarkan laporan resmi, jumlah kunjungan turis asing tercatat sebanyak 3.666 orang. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 24,19 persen dibandingkan Desember 2025, serta turun 5,81 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menjelaskan bahwa terdapat dua pintu masuk utama bagi wisman ke Aceh. Yakni Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh Besar dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang. Dari kedua jalur tersebut, mayoritas turis asing yang datang berasal dari Malaysia.
Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan Malaysia mencapai 2.908 orang, menjadikannya negara dengan kontribusi terbesar terhadap angka kunjungan. Selain itu, Aceh juga menerima kunjungan dari berbagai negara lain. Seperti Singapura (55 orang), Australia (51), Prancis (47), Jerman (46), Thailand (35), Inggris (30), Amerika Serikat (24), Belanda (16), Selandia Baru (1), serta turis dari negara lainnya sebanyak 453 orang.
Dampak Penurunan Kunjungan Wisatawan
Penurunan jumlah kunjungan ini turut berdampak pada sektor akomodasi. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh pada Januari 2026 tercatat hanya 19,31 persen. Angka tersebut turun 8,22 persen dibandingkan Desember 2025, dan juga lebih rendah 4,08 persen dibandingkan Januari 2025. Kondisi serupa terjadi pada hotel non-bintang dan akomodasi lainnya, dengan TPK sebesar 15,14 persen.
Persentase ini menurun 0,67 persen dibandingkan bulan sebelumnya, serta turun 4,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Agus menekankan bahwa tren penurunan ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pelaku pariwisata.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan
Faktor-faktor yang memengaruhi penurunan kunjungan bisa beragam, mulai dari kondisi global, kebijakan perjalanan, hingga daya tarik destinasi wisata yang perlu terus ditingkatkan. Malaysia tetap menjadi pasar utama bagi pariwisata Aceh, namun diversifikasi sumber wisatawan dari negara lain juga penting untuk menjaga stabilitas jumlah kunjungan.
Data BPS ini memberikan gambaran bahwa sektor pariwisata Aceh masih menghadapi tantangan besar di awal tahun 2026. Penurunan kunjungan wisman dan rendahnya tingkat hunian hotel menunjukkan perlunya strategi baru dalam promosi wisata, peningkatan fasilitas, serta kerja sama lintas sektor untuk menarik lebih banyak turis asing.
Potensi Aceh dalam Sektor Pariwisata
Dengan potensi alam, budaya, dan sejarah yang dimiliki, Aceh diharapkan mampu kembali meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan-bulan berikutnya. Sejumlah upaya dan inovasi diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam sektor pariwisata Aceh, sehingga mampu membangkitkan minat para wisatawan internasional untuk kembali berkunjung ke wilayah ini.










