
Jakarta, Bericuan.id – Salah satu emiten dengan market cap terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), harga sahamnya telah naik banyak dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan ini disebabkan optimisme investor terhadap bisnis BREN. BREN diketahui memiliki bisnis di sektor Energi Baru Terbaharukan (EBT). Sektor EBT digadang sebagai bisnis masa depan sejalan target nol emisi (net zero emission) Indonesia pada 2060 mendatang.
Pada awal April 2024, harga saham BREN masih berada di Rp5.375 dan terus terapresiasi hingga di tutup di Rp7.950 pada perdagangan kemarin 17 April 2024. Artinya sepanjang April 2024 ini saham BREN sudah naik 47%. Padahal selama April 2024, IHSG tertekan aksi jual asing yang cukup besar yang menyebabkan IHSG turun -2,1%.
Namun demikian, kenaikan saham BREN ini dimasukan BEI dalam kategori UMA (Unusual Market Activity). Hal ini terlihat dari pengumuman bursa di website BEI yang dipublikasikan kemarin sore. Dalam pengumuman tersebut, BEI menyatakan saat ini tengah mencermati pola transaksi pada saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) karena terjadi peningkatan harga saham di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Namun, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang – undangan di bidang Pasar Modal. Investor juga diharapkan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi pada saham ini.
Harga saham BREN sendiri pada sesi 1 perdagangan hari ini 18 April 2024 bergerak cukup volalite. Saham BREN dibuka di Rp 7.925 dan terus turun hingga menyentuh harga Rp7.550. Lalu setelahnya recovry cukup cepat dan naik ke harga tertinggi di Rp8.075 sebelum akhirnya turun lagi dan di tutup kembali di Rp7.950 atau sama dengan harga tutup kemarin. Transaksi saham BREN juga cukup ramai dengan volumen perdagangan 263.825 lot senilai lebih dari Rp200 Milyar. (*)










