BisnisInternasionalNasional

Dampak Perlambatan Ekonomi China, lalu Bagaimana Indonesia ?

Jakarta, Bericuan.id – Hari ini pemerintah China mengumumkan data pertumbuhan ekonominya yang di respon secara negatif oleh sebagian investor dunia. Sentimen negatif juga menyelimuti Indeks harga saham gabungan di kawasan regional meskipun di satu sisi terlihat data PDB China membukukan kenaikan.

Meskipun data PDB membaik namun dari data inti ekonomi secara detail terlihat Negara ini sedang berjuang menghadapi krisis real estat yang luas, tekanan deflasi, dan masalah pengangguran. Hal ini mendorong perlambatan ekonomi yang lebih luas di seluruh Tiongkok.

China dihadapkan pada perlambatan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan. Perang dagang AS-Tiongkok, pandemi virus Corona, dan berbagai ketegangan geopolitik telah menjadi pemicu situasi saat ini di negara tersebut. IMF sendiri memperkirakan bahwa perlambatan ekonomi China kemungkinan akan berlanjut hingga empat tahun kedepan. IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi di China akan turun menjadi 4.6% tahun ini , atau turun dari 5.2 persen di tahun 2023.

Hal ini dikawatirkan akan memberikan dampak negatif ke negara lain yang memiliki hubungan ekonomi dengan negara tersebut, seperti Indonesia. Konsekuensi yang mungkin terjadi akibat perlambatan ekonomi China ini akan berdampak pada semua aktivitas di negara mitra.

Ketegangan geopolitik di Timur tengah saat ini ditengarai akan mendorong perpindahan modal dari saham ke instrument safe heaven seperti dollar AS dan Emas.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini kementerian keuangan bekerjasama dengan Bank Indonesia mulai melakukan berbagai kebijakan yang dapat meredam volatilitas rupiah . Beberapa diantaranya adalah dengan meningkatkan kolaborasi global dengan otoritas dari negara mitra maupun bank sentral serta transaksi dalam mata uang lokal (LTC). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button