BisnisInternasionalKeuanganNasional

Bursa Global Longsor, Panik !! Ada Apa ??

Keuangan, Bericuan.id – Hari senin, awal pekan kemarin 6 Agustus 2024, Transaksi di bursa Global longsor dan  mengalami Tekanan jual yang cukup massif.

Bursa di beberapa negara terpaksa dihentikan karena aksi jual yang massif atau istilahnya sebagai Halt Stock Sell Order.

Cermati beberapa  hal dibawah ini sebagai penyebab aksi panic jual dari para investor di bursa global sebagai berikut :

Para Investor di bursa melihat bahwa Data terkait Lonjakan Pengangguran di AS akan memicu Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi cepat dari yang diperkirakan.

Federal Reserve mungkin telah menunggu terlalu lama untuk mulai menurunkan suku bunga, membuat Indeks Nasdaq 100 mengalami koreksi teknikal dan Indeks Volatilitas Cboe menuju level 25.

Pasar berspekulasi bahwa The Fed mungkin salah menilai situasi ekonomi sehingga tindakan yang di ambil tidak mengantisipasi terjadinya perlambatan Ekonomi di Amerika serta Meningkatkan Ancaman Resesi.

bursa global longsor

 

Bursa Global Longsor dan Aksi Jual Saham Teknologi

Kekhawatiran ini menyebabkan aksi jual besar-besaran Saham Teknologi, Saham-saham raksasa seperti Microsoft Corp (-3,27%), Amazon. com Inc (-4%) dan Alphabet Inc (- 4,45%).

Penurunan paling parah dicatat oleh pembuat chip Intel (INTC.O) yang ambruk 26,06% ke US$21,48 per lembar. Posisi tersebut adalah yang terendah sejak 8 April 2013 atau 11 tahun terakhir lebih.

Pelemahan sebesar 26,06% sehari juga menjadi yang terdalam dalam sejak 1974 (31% sehari) atau lebih dari 50 tahun.  Ambruknya saham Intel membuat kapitalisasi pasarnya ambruk di bawah US$ 100 miliar.

Bursa Global lainnya juga mengalami penurunan harian yang terburuk sepanjang sejarah :

  • Indeks Nikkei Jepang mencatat penurunan 12,4% dan ditutup kelevel 31.458,42. Penurunan ini menjadi yang terbesar kedua sejak kejatuhan Black Monday pada Oktober 1987. Hal ini juga dipengaruhi oleh penguatan Yen Jepang secara signifikan terhadap dolar AS karena ada ekspektasi Bank of Japan (BoJ) Berencana menaikan suku bunga 15bps jadi 0.25%. Sebagian besar saham-saham perusahaan yang berorientasi export kemarin segera mengalami tekanan jual yang hebat.

Bursa Global Longsor

 

  • Index KOSPI turun 8,87% kelevel 441,55, kejatuhan ini terdalam semenjak Oktober 2008. Korea Selatan segera menghentikan semua transaksi pesanan jual saham menyikapi meningkatnya aksi jual dibursa global.
  • Sementara itu didalam negeri IHSG longsor 3,4% da di tutup kelevel 7.059,65 setelah hampir semua saham mengalami penurunan yang signifikan karena aksi jual dari investor  asing sebesar Rp508,01 miliar

Meningkatnya Ketegangan Diplomatik

Ketegangan Diplomatik Meningkat juga terjadi setelah kunjungan diplomatik antara Presiden Putin, Rusia ke Pyongyang, Korea Utara bulan.

Kunjungan semakin meningkatkan tensi ketegangan di Amerika di tengah kekhawatiran AS mengenai potensi pengiriman pasokan senjata dari Korea Utara ke Kremlin.

Ketegangan Geopolitik juga meningkat sejak terbunuhnya Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas pada hari Rabu tanggal 31 Juli 2024, disaat melakukan kunjungan kenegaraan di Teheran, Iran.

Peristiwa itu terjadi sehari setelah serangan Israel di Beirut yang menewaskan Fuad Shukr, pemimpin tertinggi Hisbullah. Pembunuhan yang terjadi di Wisma Tamu di area istana kepresidenan Iran membuat Ayatollah Ali, Pemimpin Iran bersumpah akan segera melakukan serangan balasan langsung ke Israel setelah tiga hari masa berkabung nasional.

Sebagai langkah defensif guna meredakan ketegangan di wilayah tersebut, Amerika Serikat (AS) segera mengerahkan kekuatan militer tambahan di Timur Tengah. Seperti diungkapkan langsung oleh seorang pejabat Gedung Putih.

Harga Komoditas Terkoreksi

Harga komoditas Minyak Mentah (Crude Oil) juga Batubara (Coal), harga Brent & WTI sudah naik +1% selama sepekan terakhir (1/8). Kondisi ini diperburuk dengan penurunan cadangan minyak mentah di US kelevel 3,4jt barel yang segera mengerek kenaikan harga minyak mentah.

Perlu diketahui bahwa Iran merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia dengan memproduksi 2,5-3juta bpd atau sekitar 2%-3% dari total kebutuhan minyak dunia.

Hal ini mengancam ketersediaan minyak mentah dunia ditengah berjalannya sanksi yang diberikan oleh USA kepada Rusia sebagai eksportir 2% minyak mentah lainnya.

Harga batu bara di pasar ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman Agustus ini ditutup di US$ 144,1/ton. Melesat 1,09% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi, dalam sebulan terakhir harga komoditas Batubara melesat naik 8,96%.

Kenaikan Harga Minyak Mentah dan Gas Alam ikut mendongkrak harga batu bara. Akhir pekan lalu, harga gas TTF Belanda dan di Inggris Selama sepekan meroket masing-masing 27,12% dan 23,73%.

Ketegangan di Timur Tengah membuktikan bagaimana harga gas TTF bisa melonjak hanya dalam sehari.

Selain meningkatkan harga komoditas Energi, Minyak mentah, Batu Bara dan Gas Alam,  Konflik tersebut berpotensi mengganggu keamanan pada jalur perdagangan maritim dunia; Teluk Persia & Selat Hormuz.

Gangguan pasokan global akan meningkatkan mahalnya biaya produksi, logistik & aktivitas manufaktur. Kenaikan biaya pengiriman barang komoditas utama dunia seperti minyak mentah, gas dan bahan makanan tidak akan terelakkan lagi.

Potensi terjadinya inflasi global yang akan segera mempengaruhi kebijakan dari semua bank sentral dunia (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button