
Opini, Bericuan.id – Motivasi insentif dari Akinola Bolaji, seorang pria Nigeria, memulai aksi penipuannya sejak usia 15 tahun dan selama 20 tahun berikutnya mengembangkan modus love scam di Facebook dan Instagram.
Ia menggunakan identitas palsu, seperti tentara atau pekerja sosial, untuk mendapatkan uang dari korban—biasanya para janda yang termakan skema romance scam dan hubungan emosional.
Dalam wawancara dengan The New York Times, Akinola mengungkap bahwa hati nurani tetap ada, tetapi kemiskinan dan insentif instan membuat seseorang lupa pada konsekuensi moral dan diri sendiri.
Motivasi Insentif Manusia
Insentif punya kekuatan besar dalam mengubah perilaku manusia. Dunia modern bergerak dari satu kondisi absurd ke absurd lain, karena keuntungan cepat dan instan yang ditawarkan.
Insentif tidak hanya mempengaruhi keputusan orang lain, tapi juga mengaburkan kesadaran kita terhadap konsekuensi pribadi. Ini menjelaskan mengapa orang bisa melakukan hal-hal ekstrem, dari menipu hingga tindakan konyol lainnya.
Seorang jurnalis media ternama memberikan pandangan menarik terkait cara menjadi penulis profesional dan menjual informasi:
- Menjual informasi bohong kepada orang yang ingin dibohongi sehingga keuntungan besar dan kaya.
- Menjual informasi benar kepada orang yang menginginkan kebenaran, yang juga bisa menghasilkan penghidupan.
- Menjual informasi benar kepada orang yang ingin dibohongi, yang dapat membuat kita bangkrut dan gagal.
Penjelasan ini menggambarkan dengan singkat mengapa motivasi insentif sangat kuat, sehingga mendorong sejumlah orang melakukan apa saja demi keuntungan, bahkan hal yang tidak masuk akal sekalipun.
Penulis: Lutfiel Hakim – Pengusaha, Investor. (*)










