Blok M–Soetta siap beroperasi sebelum Lebaran, sambut penumpang pesawat

Persiapan Pembukaan Rute Baru Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan persiapan untuk membuka rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Rencana pembukaan rute ini diharapkan bisa segera beroperasi sebelum momen Lebaran 1447 H, agar dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan mudik menggunakan pesawat.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa rute baru ini dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat dalam perjalanan dari pusat kota menuju bandara. Dengan demikian, pihaknya menargetkan operasional rute tersebut bisa dimulai sebelum Lebaran, ketika jumlah penumpang pesawat biasanya meningkat drastis.
“Targetnya adalah untuk keperluan mudik, jadi sebelum Lebaran. Kami sedang mempercepat prosesnya,” ujar Welfizon.
Penggunaan Bus Low Entry untuk Kemudahan Penumpang
Menurut Welfizon, rute baru Transjabodetabek Blok M-Soetta akan khusus melayani penumpang pesawat. Untuk itu, pihaknya akan menggunakan unit bus dengan lantai rendah atau low entry agar lebih mudah dalam mengangkut barang bawaan.
“Unit yang akan kita gunakan nanti adalah unit low entry, yaitu Metrotrans berwarna oranye dengan lantai rendah. Hal ini akan memudahkan mobilisasi koper dan barang-barang lainnya,” tambahnya.
Bus tersebut akan berhenti di halte yang berada di pinggir jalan, bukan di halte BRT Transjakarta. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat yang membawa barang bawaan yang cukup besar dapat lebih mudah naik dan turun.
Jalur Rute yang Akan Dilalui
Welfizon menjelaskan bahwa rute baru Transjabodetabek Blok M-Soetta akan dimulai dari Blok M. Setelah itu, bus akan melewati Jalan Jenderal Sudirman, melalui Semanggi, Gedung DPR/MPR, dan masuk ke dalam jalan tol hingga sampai ke bandara.
“Sekarang kami memiliki SH1, dari Kalideres ke bandara. Sedangkan rute baru ini akan mulai dari Blok M, kemudian lewat Jalan Jenderal Sudirman, Semanggi, Gedung DPR/MPR, lalu masuk ke jalan tol,” jelasnya.
Titik Pemberhentian di Bandara Soekarno-Hatta
Meski begitu, Welfizon belum bisa memastikan apakah rute baru ini akan berhenti di terminal Bandara Soekarno-Hatta atau tidak. Pasalnya, pihaknya masih dalam pembahasan dengan PT Angkasa Pura terkait titik pemberhentian di kawasan mereka.
Menurutnya, saat ini Angkasa Pura memiliki kebijakan untuk mengurangi kendaraan yang masuk ke masing-masing terminal. Hal ini dilakukan karena seringnya kemacetan akibat banyaknya kendaraan yang masuk ke terminal bandara.
“Nah, ini yang sedang dibahas. Mereka ingin menggunakan jalur Kalayang. Jadi, kita sedang menentukan titik pemberhentian apakah di ujung Kalayang atau tidak,” ujarnya.
Lampu Hijau dari PT Angkasa Pura
Meskipun masih dalam pembahasan, Welfizon memastikan bahwa PT Angkasa Pura telah memberikan lampu hijau terkait operasional Transjabodetabek Blok M-Soetta. Layanan ini akan menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mencapai bandara.
“Karena jika dilihat dari data tahun lalu, dari 50 juta penumpang, sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, akses dari keluar tol menuju bandara sudah cukup padat,” jelasnya.
Jadwal dan Tarif Operasional
Dalam rencananya, Transjabodetabek Blok M-Soetta akan beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Tarifnya juga dibedakan berdasarkan waktu:
- Rp 2.000 pada jam 05.00-07.00 WIB
- Rp 3.500 pada jam 07.00-22.00 WIB
Dengan adanya rute baru ini, diharapkan dapat mengurangi beban transportasi di sekitar bandara serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam perjalanan menuju bandara.










