Kemenhan akan Libatkan Perusahaan Nasional untuk Modernisasi Kapal Garibaldi

Rencana Retrofit dan Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di Dalam Negeri
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mengumumkan rencana untuk melakukan retrofit dan modernisasi kapal induk Giuseppe Garibaldi secara dalam negeri. Kapal induk bekas dari Angkatan Laut Italia ini ditargetkan tiba di Indonesia menjelang perayaan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) yang jatuh pada 5 Oktober mendatang.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait menyatakan bahwa proses retrofit dan modernisasi akan melibatkan perusahaan serta galangan kapal nasional. “Sebagai bagian dari penguatan kapasitas industri pertahanan nasional,” ujar Rico kepada Tempo, Rabu, 4 Maret 2026.
Meski demikian, Rico tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai nama perusahaan atau galangan kapal asal Indonesia yang akan terlibat dalam proses tersebut. Menurutnya, penentuan perusahaan atau galangan yang akan diberi amanat akan dilakukan melalui proses pemilihan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku.
Akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia dilakukan melalui hibah dengan mekanisme government to government antara Jakarta dan Roma. Meskipun hibah, pemerintah tetap menyiapkan anggaran khusus untuk pemeliharaan dan peningkatan kemampuan kapal tersebut.
Estimasi kebutuhan anggaran untuk pemeliharaan maupun modernisasi, termasuk instalasi sistem tempur kapal berusia 43 tahun ini agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut diperkirakan mencapai Rp 7,2 triliun.
“Setelah resmi diterima dan beroperasi, kapal direncanakan akan difungsikan sebagai kapal markas dalam pelaksanaan operasi,” kata Rico kepada Tempo, Selasa, 3 Maret 2026.
Sejarah dan Perkembangan Proses Akuisisi
Keinginan untuk mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi sudah terlihat sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Pada masa itu, Prabowo berkunjung ke Italia dalam rangka membahas modernisasi alutsista Indonesia pada penghujung 2022. Agenda ini berlanjut saat Kepala Staf TNI Angkatan Laut Jenderal Muhammad Ali meninjau langsung kapal induk tersebut.
Proses akuisisi ini menjadi langkah penting dalam upaya memperkuat kemampuan laut Indonesia. Dengan adanya kapal induk, TNI Angkatan Laut akan memiliki armada yang lebih lengkap dan mampu menjalankan operasi laut yang lebih efektif.
Langkah-Langkah dalam Proses Retrofit dan Modernisasi
Retrofit dan modernisasi kapal induk ini akan melibatkan beberapa tahapan penting, antara lain:
- Penilaian kondisi awal kapal
- Pemeriksaan struktur dan sistem yang ada
- Identifikasi area yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan
- Perencanaan teknis dan operasional
- Pengembangan desain baru sesuai kebutuhan TNI AL
- Persiapan dokumen teknis dan spesifikasi
- Pemilihan mitra kerja
- Seleksi perusahaan dan galangan kapal nasional
- Evaluasi kualifikasi dan kemampuan teknis
- Pelaksanaan pekerjaan
- Pemrosesan material dan komponen
- Pemasangan sistem tempur dan navigasi
- Pengujian dan pemeriksaan akhir
- Uji coba sistem dan performa kapal
- Persiapan untuk operasi resmi
Dengan proses yang terstruktur dan terencana, diharapkan kapal induk Giuseppe Garibaldi dapat segera beroperasi dan memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kedaulatan dan keamanan laut Indonesia.










