Jalur Ponorogo-Trenggalek Tertutup Longsor, Pengendara Diimbau Cari Jalur Lain

jatim. Ponorogo – Akses Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek ditutup total setelah terjadi longsoran batu di KM 16 RT 09/RW 03, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek pada Selasa (3/3) sekitar pukul 17.30 WIB.
Batu berukuran besar dan tanah menutupi seluruh badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Kejadian ini menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa longsoran terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan material batu besar menutupi seluruh badan jalan.
“Longsor terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan material batu besar menutupi seluruh badan jalan sehingga akses tidak bisa dilalui kendaraan,” ujar Satrio saat dikonfirmasi, Selasa (3/3).
Satriyo mengatakan, untuk sementara pengendara diminta tidak memaksakan diri melintas di jalur tersebut. “Akses jalan tidak bisa dilalui. Kendaraan yang ingin melintas diharapkan memakai jalur alternatif lainnya sampai proses pembersihan selesai,” katanya.
Saat ini, petugas BPBD bersama perangkat desa masih melakukan asesmen dan pengamanan di sekitar lokasi guna mengantisipasi potensi longsor susulan. “Penanganan pembersihan material longsor akan dilakukan menggunakan alat berat. Estimasi alat berat tiba di lokasi sekitar pukul 24.00 WIB,” ucapnya.
Dalam kejadian ini dipastikan tidak ada korban jiwa. “Korban nihil,” ungkap Satrio.
Petugas mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama saat melintas di jalur rawan longsor di tengah cuaca yang tidak menentu.
Penyebab dan Dampak Longsoran
Longsoran yang terjadi di KM 16 RT 09/RW 03, Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek disebabkan oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang memicu longsoran batu dan tanah.
Beberapa titik di sepanjang jalan raya ini sudah dikenal sebagai daerah rawan longsor, terutama saat musim hujan. Namun, kejadian kali ini lebih parah karena volume material yang menutupi jalan sangat besar.
Adapun dampak dari penutupan akses jalan ini adalah gangguan terhadap transportasi antar kota dan daerah. Banyak warga dan pengemudi yang harus mencari jalur alternatif untuk mencapai tujuan mereka.
Proses Penanganan dan Upaya Pemulihan
Petugas BPBD Jawa Timur dan perangkat desa telah tiba di lokasi kejadian segera setelah informasi tentang longsoran diterima. Mereka melakukan evaluasi terhadap kondisi jalan dan memastikan tidak ada ancaman tambahan dari longsoran susulan.
Selain itu, petugas juga memberikan informasi kepada masyarakat sekitar agar tidak mendekati area yang rentan longsor. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya risiko cedera atau bahaya bagi penduduk setempat.
Proses pembersihan material longsoran akan dilakukan dengan menggunakan alat berat. Perkiraan kedatangan alat berat di lokasi kejadian adalah sekitar pukul 24.00 WIB. Dengan adanya alat berat, diharapkan proses pembersihan dapat selesai dalam waktu yang relatif singkat.
Imbauan dan Peringatan
BPBD Jawa Timur dan pihak terkait terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari perjalanan di jalur yang rawan longsor. Terlebih lagi, cuaca yang tidak menentu masih bisa memicu peristiwa serupa.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari instansi terkait dan mengikuti rekomendasi yang diberikan. Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan ke pihak berwajib agar dapat segera ditangani.
Pemerintah setempat juga sedang mempertimbangkan langkah-langkah jangka panjang untuk mengurangi risiko longsoran di daerah-daerah yang rentan. Beberapa rencana seperti penguatan tebing dan pembuatan saluran drainase akan dipertimbangkan sebagai solusi permanen.










