Kolaborasi Emas Bali, NTB, dan NTT Fokus pada Pengembangan SDM dan Teknologi

Kolaborasi emas antara tiga provinsi, yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) atau yang dikenal sebagai Golden Triangle, tidak hanya berorientasi pada penguatan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini menjadi fokus utama dalam kolaborasi yang mencakup sepuluh bidang kerja sama.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Yusron Hadi, menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada sektor bisnis, tetapi juga mencakup aspek sosial seperti edukasi dan pengembangan keterampilan tenaga kerja.
Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat di ketiga wilayah akan menjadi kunci keberhasilan kerja sama tersebut.
Salah satu fokus kolaborasi emas adalah di bidang teknologi, yang memungkinkan pertukaran informasi dan penguatan kapasitas digital antarprovinsi. Contohnya, kerja sama dalam bidang teknologi akan memungkinkan ketiga provinsi saling bertukar informasi dan pengalaman untuk meningkatkan kemampuan masing-masing daerah.
Menurut Yusron, target pertumbuhan ekonomi kawasan Bali–Nusra dalam lima tahun ke depan dipatok sebesar 6,7 persen sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan upaya yang serius dan komitmen dari semua pihak.
SDM sebagai Kunci Sukses Kolaborasi Emas
Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Safroni Isrososiawan, menilai bahwa kunci keberhasilan kolaborasi emas Golden Triangle ada pada penguatan kualitas SDM di masing-masing daerah. Ia menyoroti masih banyak tenaga kerja di NTB yang belum memiliki sertifikasi kompetensi, sehingga membuat investor lebih memilih menanamkan modal di Bali.
“Kita NTB harus berbenah di situ, pemantapan sumber daya manusia dan sertifikasi. Kita kenapa orang-orang jarang melakukan di sini karena kita belum punya,” kata Safroni.
Menurutnya, peningkatan SDM ini bukan untuk menyaingi provinsi lain, melainkan untuk memastikan ketiga daerah memiliki kekuatan yang seimbang dalam menjalankan kerja sama. Safroni mengibaratkan kolaborasi antarprovinsi itu seperti perlombaan yang menuntut ketiganya bergerak seimbang.
“Seperti kita balapan, walaupun dia kencang, kita juga harus kencang, NTT juga harus kencang. Karena kalau ada salah satu yang tertinggal, akan menjadi PR berdua bagaimana mensupport yang tertinggal ini,” jelasnya.
Safroni menambahkan, agar kerja sama ini berjalan efektif dan mencapai target pertumbuhan ekonomi regional, peran pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sangat penting sebagai pengawas dan pengendali arah kerja sama.
Strategi Peningkatan Kualitas SDM
Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa strategi telah direncanakan. Salah satunya adalah pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja di NTB agar lebih kompeten dan siap bersaing dengan daerah lain. Selain itu, kerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas SDM.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk memperkuat infrastruktur teknologi dan akses informasi agar ketiga provinsi dapat saling berkolaborasi secara efisien. Dengan adanya sistem informasi yang terintegrasi, setiap daerah dapat berbagi data dan pengalaman untuk mempercepat proses pembangunan.
Selain itu, kolaborasi emas ini juga akan melibatkan sektor swasta dan organisasi masyarakat untuk memastikan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, keberhasilan kerja sama tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha.
Tantangan dan Harapan
Meskipun ada harapan besar terhadap kolaborasi emas ini, beberapa tantangan masih harus dihadapi. Salah satunya adalah kesenjangan kualitas SDM antar daerah yang perlu segera diatasi. Selain itu, koordinasi antar pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga menjadi faktor penting dalam menjalankan kerja sama ini.
Namun, dengan komitmen yang kuat dan rencana yang matang, kolaborasi antara Bali, NTB, dan NTT diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut.







