Rugi 90 Triliun, Saham GOTO Jeblok

Jakarta, Bericuan.id – Kerugian emiten start up terbesar di Bursa Efek Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara total sepanjang 2023 tercatat Rp 90,5 triliun. Munculnya kerugian yang fantastis ini disebabkan pembalikan nilai goodwill (goodwill reversal) senilai Rp 78,8 triliun akibat pelepasan Tokopedia kepada TikTok pada kuartal V 2023 lalu. Angka kerugian ini menurut management GOTO tidak akan berulang, berupa non kas dan non operasional.
Apabila pembalikan nilai goodwill ini diabaikan, GOTO sejatinya hanya membukukan rugi bersih sebesar Rp 11,8 triliun pada 2023. Kerugian ini turun 60% secara tahunan dari Rp 29,3 triliun di 2022. Ini artinya kinerja operasional GOTO telah membaik.
Berdasarkan laporan keuangan GOTO yang dirilis pada kemarin, Selasa 19 Maret 2024, pendapatan bersih GOTO mencapai Rp 14,78 triliun atau naik 30,28% YoY dari Rp 11,34 triliun. Rinciannya, pendapatan dari imbalan jasa melonjak 37,42% YoY menjadi Rp 8,66 triliun. Pendapatan imbalan iklan berkontribusi Rp 2,19 triliun dan pendapatan lainnya sebesar Rp 1,79 triliun.
Jumlah beban GOTO juga turun signifikan sebesar 39,86% secara tahunan menjadi Rp 25,06 triliun di 2023. Padahal, sepanjang 2022 beban usaha induk GoJek dan Bank Jago ini mencapai Rp 41,67 triliun. Alhasil, rugi usaha GOTO menyusut 66,11% menjadi Rp 10,27 triliun sepanjang 2023. Di tahun sebelumnya, rugi usaha perusahaan yang dinahkodai oleh Patrick Walujo ini mencapai Rp 30,32 triliun.
Pada penutupan perdagangan hari ini Rabu 20 Maret 2024 saham GOTO jeblok melemah cukup dalam yakni turun -9,7% atau -Rp7 dan di tutup di harga Rp65. Volume transaksi tercatat lebih dari 59,7 Juta lot dengan nilai hampir Rp400 Milyar. (*)








