Bisnis

Pemalsu Pangkat Kapten Tipu Pedagang Telur di Sumedang

Penipu yang Menyamar sebagai Anggota TNI Ditangkap

Seorang pria berusia 64 tahun yang menyamar sebagai anggota TNI berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian. Pria tersebut memiliki inisial EJG dan merupakan warga Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Penangkapan dilakukan oleh Tim Resmob Polres Sumedang dan Unit Reskrim Polsek Pamulihan setelah terbukti melakukan tindakan penipuan terhadap seorang pedagang telur di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang.

Penangkapan terjadi pada Jumat (24/4/2026) sekira pukul 21.15 WIB di wilayah Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat. Dari informasi yang dikumpulkan, pelaku saat beraksi menggunakan seragam TNI dengan pangkat Kapten dan name tag bernama Abdulrahman. Hal ini membuat korban tertipu dan percaya bahwa pelaku memang benar-benar anggota TNI.

Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Awang Munggardijaya, mengatakan bahwa selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Barang bukti tersebut antara lain satu unit mobil Honda HR-V, telepon genggam, seragam mirip seragam TNI, serta atribut militer seperti sabuk dan wing.

Dalam aksinya, pelaku melakukan penipuan dengan modus membeli telur dalam jumlah besar. Ia berjanji akan melakukan pembayaran setelah barang sampai di Kecamatan Pamulihan. Setelah barang diantar sesuai kesepakatan, pelaku justru memindahkan telur ke dalam mobil pribadinya, yakni sebuah Honda CR-V berwarna putih dengan nomor polisi yang diduga palsu.

Kejadian ini terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekira pukul 12.00 WIB. Akibat penipuan tersebut, sekitar 250 kilogram telur senilai Rp7,29 juta hilang. Korban merasa kaget dan kecewa karena telah tertipu oleh seseorang yang tampaknya memiliki status resmi.

Modus Penipuan yang Dilakukan Pelaku

Berikut adalah beberapa modus yang digunakan oleh pelaku dalam menjalankan aksinya:

  • Menyamar sebagai anggota TNI: Pelaku menggunakan seragam dan name tag yang menyerupai anggota TNI, sehingga korban mudah tertipu.
  • Modus pembelian telur dalam jumlah besar: Pelaku memperlihatkan niat untuk membeli telur dalam jumlah besar agar korban percaya dan tidak curiga.
  • Janji pembayaran setelah barang sampai: Pelaku memberikan janji pembayaran setelah barang sampai di lokasi tujuan, namun ternyata hanya menjadi alasan untuk mengelabui korban.
  • Mengambil telur ke dalam mobil pribadi: Setelah barang sampai, pelaku langsung memindahkan telur ke dalam mobil pribadinya, yang kemudian dibawa pergi.

Tindakan yang Diambil oleh Polisi

Setelah menerima laporan dari korban, polisi segera melakukan penyelidikan dan menemukan jejak keberadaan pelaku. Tim Resmob Polres Sumedang dan Unit Reskrim Polsek Pamulihan kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan oleh pelaku dalam melakukan aksinya.

Barang bukti yang diamankan antara lain:

  • Satu unit mobil Honda HR-V
  • Telepon genggam
  • Seragam mirip seragam TNI
  • Atribut militer seperti sabuk dan wing

Dampak dari Kejadian Ini

Kejadian ini menimbulkan rasa khawatir di kalangan masyarakat, terutama para pedagang yang bisa saja menjadi korban kejahatan serupa. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan betapa pentingnya waspada terhadap orang-orang yang mencoba menyamar sebagai anggota aparat negara.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi, terutama jika ada pihak yang mengaku sebagai anggota TNI atau polisi. Jika menemukan hal-hal mencurigakan, segera melaporkannya kepada pihak berwajib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button