Bisnis

Pemprov Sulteng Kembangkan Ekosistem Bisnis Bersama APINDO

Penguatan Kolaborasi antara Pemerintah dan APINDO Sulteng

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dalam rangka menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing. Langkah ini dilakukan guna menjawab tantangan dunia usaha yang semakin dinamis dan kompleks.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sulteng, Richard A Djanggola, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Momentum rapat kerja dan konsultasi provinsi APINDO diharapkan mampu melahirkan program-program yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif.

Tujuan Membangun Ekosistem Usaha yang Kompetitif

Richard menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. Ia berharap, forum ini menjadi titik awal dalam memperkuat komitmen dan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.

Dalam acara tersebut, Ketua APINDO Sulteng, Wijaya Chandra, menyampaikan harapan agar forum ini dapat memperkuat struktur organisasi serta mendorong iklim usaha yang lebih kompetitif. Ia menegaskan bahwa APINDO Sulteng telah aktif dalam melaksanakan berbagai kegiatan selama setahun terakhir.

Kinerja APINDO Sulteng yang Mengesankan

Dalam satu tahun terakhir, APINDO Sulteng telah melaksanakan sebanyak 59 kegiatan organisasi. Kinerja ini mendapat apresiasi dari pengurus pusat, yang menilai APINDO Sulteng sebagai salah satu organisasi daerah paling aktif di Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi dari APINDO Sulteng dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Selain itu, APINDO Sulteng juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program “APINDO Mengajar”. Program ini bertujuan mencetak SDM yang siap kerja dan berdaya saing tinggi. Para pengusaha diundang sebagai mentor yang berbagi pengalaman dan wawasan kewirausahaan kepada peserta.

Wijaya Chandra menegaskan bahwa tidak ada yang langsung jadi pengusaha. Semua harus berusaha dari nol. Dengan program ini, diharapkan generasi muda dapat memiliki dasar yang kuat dalam membangun usaha mereka sendiri.

Partisipasi Berbagai Pihak

Rapat kerja dan konsultasi provinsi APINDO Sulteng turut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, seperti Anggota DPRD Sulteng Hasan Patongai, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulteng Dony Kurnia Budjang, serta perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sulteng Agus Triyana. Hadirnya para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap inisiatif APINDO Sulteng.

Dengan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan akan tercipta lingkungan usaha yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, program-program yang dilaksanakan oleh APINDO Sulteng juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan ekonomi daerah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button