Plafon SMK Negeri 3 Kutacane Mulai Retak, Dana Pokir DPRA Diuji Kualitasnya

Kondisi Sekolah yang Mengkhawatirkan
Plafon ruangan kelas di SMK Negeri 3 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai mengalami kerusakan dan berjatuhan. Masalah ini tidak hanya terjadi pada ruangan kelas, tetapi juga pada plafon di ruangan perpustakaan dan area lainnya. Kondisi plafon triplek sudah mulai membusuk dan bahkan telah rusak selama bertahun-tahun.
Selain itu, Selasar teras kelas dan kantor sekolah juga mengalami kerusakan yang parah. Ruang MCK (Mandi, Cuci, Kakus) tidak berfungsi dengan baik dan bahkan tidak memiliki pintu. Sementara itu, proyek lapangan futsal yang sedang dikerjakan juga menunjukkan kondisi yang tidak memadai. Lantai lapangan futsal terlihat berlubang, bergelombang, dan retak-retak, sehingga sulit digunakan oleh para siswa.
Proyek rehab plafon dan lapangan futsal ini didanai oleh dana pokir Anggota DPR Aceh. Namun, meskipun ada anggaran, kondisi bangunan masih sangat memprihatinkan.
Kepala Sekolah Mengungkap Kondisi Terkini
Menurut Kepala SMKN 3 Kutacane, Mawardi, plafon ruangan bagian luar mulai rusak dan berjatuhan. Proyek pembangunan plafon ini dilakukan pada tahun 2024 menggunakan anggaran dari Pokir DPR Aceh. Sayangnya, kondisi saat ini tidak dapat diperbaiki karena kurangnya anggaran. Jumlah siswa-siswi di sekolah ini hanya sebanyak 49 orang, sehingga tidak cukup untuk dialokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Namun, pihak sekolah akan melakukan perbaikan ringan seperti mengganti kaca jendela yang pecah dan papan tulis yang sudah buram. Selain itu, lingkungan sekolah akan disemprot untuk menjaga kebersihan.
Masalah Pencurian yang Marak
Selain masalah infrastruktur, Mawardi juga menyampaikan bahwa aksi pencurian di sekolah tersebut cukup marak. Contohnya, pintu kamar mandi hilang akibat dicuri, serta kabel listrik di ruangan juga hilang. Ia mengungkapkan bahwa kejadian ini sering terjadi, terutama di ruangan yang jarang dikunjungi atau tidak terawat.
Pencurian ini tidak hanya merugikan sekolah secara finansial, tetapi juga membahayakan keselamatan dan kenyamanan siswa dan staf sekolah. Dengan kondisi seperti ini, diperlukan langkah-langkah lebih intensif untuk mencegah tindakan kriminal di lingkungan sekolah.
Upaya Perbaikan dan Harapan Masa Depan
Meskipun situasi saat ini sangat memprihatinkan, pihak sekolah tetap berusaha melakukan upaya perbaikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Perbaikan ringan seperti penggantian kaca jendela dan papan tulis serta penyemprotan lingkungan menjadi prioritas utama. Namun, perlu adanya bantuan dari pihak luar, baik pemerintah maupun masyarakat, agar kondisi sekolah bisa diperbaiki secara signifikan.
Dengan adanya dukungan yang lebih besar, harapan besar dapat dibangun untuk masa depan pendidikan di SMK Negeri 3 Kutacane. Semoga dalam waktu dekat, kondisi sekolah dapat diperbaiki sehingga siswa-siswi dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.










