Mengapa Potensi Gempa Megathrust di Indonesia Bisa Mengguncang Lebih dari Sekedar Tanah?

Nasional, Bericuan.id – Gempa Megathrust di Indonesia, fenomena alam yang baru-baru ini menjadi viral di kalangan warganet, menimbulkan kekhawatiran besar di seluruh Indonesia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kini tengah memantau wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak gempa besar ini. Tapi, mengapa kita harus peduli dengan ancaman yang tampaknya tidak terlihat ini?
Apa Itu Gempa Megathrust? Gempa Megathrust terjadi di zona subduksi, tempat di mana satu lempeng tektonik menyusup di bawah yang lain.
Melansir dari situs BMKG1https://www.bmkg.go.id/berita/?p=tentang-gempa-di-selat-sunda-dan-mentawai-siberut-yang-tinggal-menunggu-waktu&lang=ID&tag=megathrust, Pergeseran dan tekanan yang terjadi bisa menghasilkan gempa berkekuatan besar yang dapat memicu tsunami serta menyebabkan kerusakan luas. Indonesia, yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar, sangat rentan terhadap ancaman ini.
Tanda-Tanda Gempa Megathrust di Indonesia: Apa yang Harus Kita Waspadai?
Meskipun gempa tidak selalu memberikan peringatan yang jelas, ada beberapa fenomena alam yang bisa menjadi indikator awal.
- Pergerakan Tanah Kecil: Tanah mungkin menunjukkan pergerakan kecil yang sulit dirasakan tanpa alat khusus. Ini bisa menjadi tanda awal bahwa ada tekanan besar di bawah permukaan.
- Perubahan Permukaan Laut: Penurunan permukaan laut secara tiba-tiba di wilayah pesisir bisa menjadi pertanda bahwa gempa besar akan segera terjadi. Jika Anda berada di dekat pantai dan melihat tanda ini, segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
- Peningkatan Aktivitas Seismik: Gempa-gempa kecil yang sering terjadi dalam waktu singkat bisa menandakan bahwa tekanan sedang meningkat di zona subduksi. Ini adalah tanda bahwa energi sedang terakumulasi dan bisa segera dilepaskan dalam bentuk gempa besar.
- Perubahan Sumber Air: Perubahan mendadak pada sumur atau sumber air lainnya, seperti perubahan level atau kekeruhan air, bisa menunjukkan adanya pergeseran geologi sebelum gempa besar terjadi.
- Durasi Gempa yang Lama: Gempa Megathrust biasanya memiliki durasi guncangan yang lebih lama dibandingkan dengan gempa bumi biasa. Semakin lama guncangan, semakin besar potensi kerusakannya.
- Peningkatan Aktivitas Vulkanik: Di beberapa zona subduksi, peningkatan aktivitas vulkanik bisa menjadi tanda bahwa ada pergerakan tektonik besar yang mendahului gempa.
Mengantisipasi gempa memang sulit, tetapi dengan mengenali tanda-tanda ini, kita bisa lebih waspada dan siap.
Pastikan Anda mengetahui rute evakuasi dan memiliki rencana darurat jika gempa besar benar-benar terjadi. Selain itu, tetap update dengan informasi terbaru dari BMKG dan lembaga terkait.
Dengan semakin banyaknya informasi mengenai potensi Gempa Megathrust di Indoesia ini, sudah saatnya kita lebih peduli dan siap menghadapi ancaman yang ada. Jangan hanya panik, tapi persiapkan diri dengan baik!(*)
Sumber Rujukan :
- 1https://www.bmkg.go.id/berita/?p=tentang-gempa-di-selat-sunda-dan-mentawai-siberut-yang-tinggal-menunggu-waktu&lang=ID&tag=megathrust







