Kesehatan Terjaga, Konsumen Balangan Pilih Jamu Nonkemasan

Keunikan Pojok Jamu Balangan dalam Membangun Kebiasaan Minum Jamu Tradisional
Setiap sore menjelang pukul 16.00 Wita, Suharyanto, pemilik Pojok Jamu Balangan, mulai mempersiapkan jamu tradisional yang ia buat sendiri di rumah. Proses ini dilakukannya dengan penuh perhatian dan kehati-hatian agar setiap produk yang dijual tetap berkualitas. Jamu tersebut kemudian akan disajikan kepada para pembeli yang datang ke lapaknya.
Lokasi Pojok Jamu Balangan berada di Jalan A Yani, Kelurahan Batu Piring, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan. Lapak ini selalu ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan masyarakat. Sejak delapan tahun lalu, Suharyanto telah membuka usaha ini dan terus mengembangkan bisnisnya. Produk jamu yang ia jual telah mendapatkan pengakuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, termasuk izin edar dan perhatian terhadap masa kedaluwarsa.
Meskipun dibuat secara tradisional dan produksi rumahan, kualitas jamu yang diproduksi Suharyanto tetap menjadi prioritas utama. Ia juga tergabung dalam program binaan salah satu perusahaan di wilayah Kabupaten Balangan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha yang ia jalani tidak hanya berbasis tradisi, tetapi juga memiliki aspek legalitas dan keteraturan.
Jamu tradisional maupun yang dikemas selalu diperhatikan kualitasnya. Untuk jamu nonkemasan, Suharyanto membuatnya pada hari yang sama dan biasanya habis pada malam hari. Jika ada sisa, ia akan membagikannya kepada warga sekitar. Ini menunjukkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Dibandingkan dengan jamu kemasan, jamu tradisional yang nonkemasan lebih diminati oleh konsumen. Menurut Suharyanto, minat masyarakat terhadap jamu tradisional cukup tinggi, terutama karena rasanya yang alami dan khas.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Aif, seorang warga Banjarbaru yang berusia 29 tahun. Ia mengaku cukup sering mengonsumsi jamu. Pemuda ini biasa membeli jamu tradisional yang dijual oleh pedagang keliling di depan rumahnya.
Menurut Aif, minum jamu adalah cara untuk meningkatkan stamina tubuh. Ia menyebut jamu sebagai minuman penyegar atau penambah energi. Oleh karena itu, ia lebih memilih jamu tradisional daripada jenis lainnya.
Aif mengaku tidak terlalu suka dengan jamu instan atau berbentuk sachet. Ia pernah mencoba jamu sachet, namun merasa rasanya kurang segar dibandingkan jamu tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa banyak masyarakat masih mempercayai jamu tradisional sebagai alternatif minuman yang alami dan bermanfaat.
Usaha Suharyanto di Pojok Jamu Balangan tidak hanya sekadar menjual jamu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya lokal. Dengan memperhatikan kualitas dan legalitas produk, ia memberikan contoh bagaimana UMKM dapat berkembang sambil tetap menjaga nilai-nilai tradisional.










