Teknologi

Penelitian Cacing Bantu Tanaman Bertahan di Tanah Terkontaminasi Mikroplastik

Penelitian Cacing Tanah Bisa Membantu Mengatasi Tumpukan Sampah Plastik di Dalam Tanah

Para peneliti dari Kunming University telah melakukan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa cacing tanah bisa menjadi sekutu yang baik dalam memerangi tumpukan sampah plastik di dalam tanah.

Selain itu, cacing tanah juga disinyalir berperan penting dalam membantu tanaman bertahan dan tumbuh di kondisi tanah yang terkontaminasi mikroplastik.

Dalam percobaan ini, para peneliti mengambil sampel pada spesies tanaman milk vetch. Tanaman ini merupakan sejenis kacang-kacangan pengikat nitrogen yang sering digunakan di Asia untuk meningkatkan kesuburan tanah antara masa panen.

Hasilnya menunjukkan bahwa tanaman tersebut dapat tumbuh hingga 50 persen lebih tinggi ketika cacing tanah hadir di dalam tanah.

Pemimpin Penelitian Cacing

Hailong Wang, pemimpin penelitian ini, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan pada pot yang sudah diisi dengan mikroplastik. Setelah itu, mereka menanam milk vetch di tanah yang terkontaminasi tersebut dan menambahkan cacing tanah ke dalamnya.

Para peneliti kemudian mengukur tinggi tanaman, berat kering pucuk, pigmen, kandungan nutrisi, serta penanda stres.

Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan cacing tanah meningkatkan tinggi tanaman sekitar 50 persen dan meningkatkan berat kering pucuk sekitar 32 persen, meskipun akar tanaman itu dipenuhi mikroplastik.

“Penelitian kami selanjutnya mengungkapkan bahwa cacing tanah dapat meringankan dampak buruk mikroplastik terhadap pertumbuhan tanaman dengan mengatur ekspresi gen pada tanaman,” kata Wang seperti dikutip dari laporan Earth pada Sabtu, 8 November 2025.

Cacing Tanah Memperkaya Tanah

Penelitian ini juga menemukan bahwa cacing tanah mampu meningkatkan karbon organik tanah, nitrogen total, nitrogen amonium, dan fosfor yang tersedia. Selain itu, cacing tanah juga meningkatkan aktivitas enzim yang membuka nutrisi. Peningkatan ini terlihat di lapisan tanah tipis tepat di sekitar akar.

Selain itu, tanah yang lebih bernutrisi ini mempercepat aliran nitrogen dan fosfor ke tanaman yang hidup di sekitarnya. Di sisi lain, enzim utama dari unsur hara meningkat, termasuk asam fosfatase dan enzim yang membebaskan fosfat dari bahan organik.

Peneliti juga menemukan peningkatan aktivitas urease dan sukrase dalam percobaan ini. Kondisi tersebut menunjukkan siklus nutrisi yang lebih cepat dan respirasi tanah yang lebih kuat.

Perubahan Komposisi Bakteri dan Jamur

Cacing tanah juga menggeser campuran bakteri dan jamur di dekat akar. Sedangkan pH tanah sedikit menurun dengan adanya cacing. Dampak ini membawa perubahan dengan ketersediaan nutrisi yang lebih tinggi dan perbaikan nutrisi tanaman.

Beberapa hal yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa cacing tanah tidak hanya membantu dalam proses daur ulang bahan organik, tetapi juga berkontribusi secara signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem tanah. Dengan demikian, cacing tanah bisa menjadi solusi alami dalam menghadapi tantangan lingkungan seperti kontaminasi mikroplastik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button