jalan-jalan

Pilu dan Menggugah, 9 Film Perang Terbaik Sepanjang Masa

Daftar 9 Film Perang Terbaik Sepanjang Masa yang Menggambarkan Kekerasan dan Ketulusan

Perang adalah salah satu peristiwa paling mengerikan dalam sejarah manusia. Dalam masa lalu, perang telah mengakibatkan jutaan korban jiwa, menghancurkan kehidupan, negara, serta hilangnya budaya. Namun, perang juga menjadi bagian penting dalam membentuk masa lalu, masa kini, hingga masa depan kita. Inilah sebabnya, situasi perang terus menjadi daya tarik bagi para pembuat film dan penonton. Cerita tentang perang mampu mengungkap sifat sejati manusia di saat-saat tergelap.

Meski Hollywood sering memproduksi film peperangan yang bersifat patriotik dengan adegan melambai-lambaikan bendera, film perang juga bisa sangat gelap dengan akhir yang tak menyenangkan atau bahkan kritis terhadap kebijakan tertentu. Hal ini membuat film perang menjadi pengingat bahwa generasi modern yang tidak pernah mengalami perang patut bersyukur atas segala kemudahan hidup yang mereka miliki saat ini.

Berikut adalah daftar 9 rekomendasi film perang terbaik sepanjang masa, yang begitu brutal, jujur, namun juga inspiratif:

9. Hacksaw Ridge (2016)

Film pertama dalam daftar ini adalah Hacksaw Ridge, sebuah film biografi berdasarkan kisah nyata. Film arahan Mel Gibson ini bercerita tentang Desmond Doss (Andrew Garfield), seorang tentara Amerika yang memilih untuk tidak membunuh musuh perang, maupun menembakkan senjata walau sekalipun harus mempertahankan keselamatannya. Hal ini ia lakukan karena keyakinan agamanya yang melarang membunuh. Meskipun dianggap aneh oleh sesama tentara, Desmond berhasil melakukan hal-hal luar biasa yang menjadikannya dikenang sepanjang masa.

Film ini cukup ringan meskipun berkisah tentang beratnya perang. Meskipun meraih banyak penghargaan, plot cerita yang bagus terkadang tertutupi oleh drama dan kisah percintaan Desmond.

8. Inglorious Basterds (2009)

Inglorious Basterds adalah film karya Quentin Tarantino yang memberikan pandangan revisionis terhadap Perang Dunia II. Film ini menggandeng aktor besar seperti Brad Pitt, Christoph Waltz, Eli Rith, Diane Kruger, dan Michael Fassbender. Dengan gaya elegan dan kejutan khas arahan Tarantino, film ini layak ditonton berkali-kali dan bisa menjadi koleksi favoritmu.

7. The Hurt Locker (2008)

The Hurt Locker adalah film peraih berbagai penghargaan yang disutradarai oleh Kathryn Bigelow. Film ini menggambarkan kehidupan Sersan Kelas 1 William James (Jeremy Renner), seorang penjinak bom di Irak. Frasa “The Hurt Locker” digunakan oleh militer Amerika sebagai bahasa gaul untuk cedera serius, baik fisik maupun emosional. Film ini menunjukkan hari-hari yang dialami penjinak bom, yang bisa saja menjadi hari terakhirnya di bumi.

6. Letters From Iwo Jima (2006)

Film ini disutradarai oleh Clint Eastwood, yang ingin menunjukkan bahwa era perang memiliki para prajurit “yang dapat dibuang” di lapangan. Letters From Iwo Jima bukanlah kisah kemenangan melawan rintangan, tetapi kekalahan yang tak terhindarkan dari pihak yang terjebak dalam tugas negara.

5. 1917 (2019)

1917 adalah film perang dengan pengambilan gambar metode long take terbaik yang pernah dilihat. Film ini memberikan kesan nyata dari aksi bergerak dan berlari hingga terengah-engah, dari satu lingkungan yang mengerikan ke lingkungan berikutnya. Alur film ini sangat efektif dalam menangkap rasa kecemasan penonton.

4. Dunkirk (2017)

Film Dunkirk karya Christopher Nolan menciptakan intensitas tanpa henti yang akan membuatmu kelelahan karena tegang menunggu adegan berikutnya. Film ini berdasarkan kisah nyata evakuasi Dunkirk pada Perang Dunia II. Alur mundur repetitif yang dipilih Nolan membuat penonton berpikir dua kali. Meski tidak menampilkan kehadiran tentara Jerman secara fisik, film ini mampu menempelkan paranoia kepada penonton.

3. Schindler’s List (1993)

Film ini dibuat hitam putih untuk memberikan kesan masa lalu. Schindler’s List terinspirasi dari kisah nyata seorang pengusaha Jerman, Oskar Schindler, yang bekerja untuk menyelamatkan lebih dari seribu orang Yahudi. Salah satu karya masterpiece Steven Spielberg, film ini akan menyayat hatimu hingga adegan terakhir.

2. Downfall (2004)

Downfall adalah film Jerman yang bukan tentang meringankan hukuman sejarah untuk Nazi, tetapi memberikan pelajaran akan ketegangan yang mengerikan dan berkelanjutan. Film ini berlatar tahun 1942, ketika Traudl Junge muda mendapatkan pekerjaan impiannya sebagai sekretaris Adolf Hitler. Film ini menggambarkan hari-hari terakhir Hitler saat ia mengamuk terhadap para pengkhianat.

1. Come and See (1985)

Come and See adalah film asal Uni Soviet yang memberikan perasaan menghancurkan dengan masuk ke dalam kengerian perang yang tidak manusiawi. Film ini menggambarkan perjalanan remaja Flyora (Alexei Kravchenko) yang bergabung dengan perlawanan Soviet, hanya untuk menemukan mimpi buruk dari pembantaian dan kekejaman yang tak terbayangkan. Film ini hampir diblokir oleh sensor Soviet, sehingga memerlukan waktu tujuh tahun untuk menyetujui naskahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button