7 destinasi menarik di Glodok Pancoran, kuliner dan tempat bersejarah

Program Jalan Jalan Gojek untuk Momen Liburan Sekolah
Gojek kini hadir dengan program bernama Jalan Jalan, yang dirancang untuk membantu masyarakat menikmati momen liburan sekolah dengan pengalaman yang lebih berkesan. Program ini menyediakan rekomendasi destinasi wisata dan kuliner yang telah dikurasi di dalam aplikasi Gojek. Tahun ini, Jalan Jalan hadir di lima kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali.
Salah satu kawasan yang direkomendasikan di Jakarta adalah Glodok Pancoran. Di sini, pengguna Gojek dapat menjelajahi berbagai tempat menarik yang cocok untuk berwisata maupun mencoba kuliner lokal. Berikut beberapa destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di kawasan Glodok Pancoran:
1. Rosella Bakehouse, Kafe Estetik dengan Bika Ambon Legendaris
Rosella Bakehouse menjadi salah satu tempat yang patut dikunjungi saat berada di Glodok Pancoran. Tempat ini merupakan cabang kedua dari Rosella Bika Ambon yang terkenal sebagai produsen bika ambon legendaris. Cabang yang dibuka pada Maret 2026 ini memiliki konsep kafe modern dan estetik, cocok untuk bersantai. Pengunjung dapat memilih area duduk indoor ber-AC atau outdoor dengan pemandangan kawasan Glodok.
2. Lit Bakehouse, Hidden Gem untuk Pecinta Pastry

Bagi pecinta roti dan pastry, Lit Bakehouse adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Artisan bakery ini tersembunyi di salah satu gang kawasan Pecinan Glodok, sehingga sering disebut sebagai hidden gem. Meskipun berada di tengah pasar tradisional, bangunan Lit Bakehouse tampil modern dengan desain minimalis yang estetik. Area dine-in tidak terlalu luas, namun suasanya terasa hangat dan intim.
3. Vihara Dharma Bakti, Tempat Ibadah yang Jadi Saksi Sejarah Pecinan Jakarta

Selain kuliner, Glodok Pancoran juga memiliki destinasi wisata sejarah yang menarik, salah satunya adalah Vihara Dharma Bakti. Tempat ibadah ini dikenal sebagai vihara tertua di Jakarta dan telah menjadi bagian penting dari perkembangan kawasan Pecinan sejak ratusan tahun lalu. Vihara ini pertama kali dibangun pada tahun 1650 oleh Letnan Tionghoa Kwee Hoen sebagai tempat penghormatan kepada Dewi Kwan Im. Bangunan aslinya sempat hancur akibat kebakaran besar saat Tragedi Geger Pecinan pada tahun 1740 sebelum akhirnya dibangun kembali.
4. Gereja Katolik Santa Maria De Fatima, Rumah Ibadah Ikonik di Kawasan Glodok

Di kawasan Glodok Pancoran, wisatawan juga dapat menemukan Gereja Katolik Santa Maria de Fatima. Gereja ini memiliki tampilan yang berbeda dibandingkan gereja biasanya. Bangunannya menyerupai kelenteng dengan atap melengkung, warna merah yang mendominasi, serta berbagai ornamen khas budaya Tionghoa. Nama gereja ini diambil dari kisah penampakan Bunda Maria kepada tiga anak gembala di Fatima, Portugal, yang juga diabadikan melalui relief Gua Maria di area gereja.
5. Petak Enam, Pusat Kuliner Modern

Petak Enam menjadi salah satu destinasi paling populer di kawasan Glodok Pancoran. Berlokasi di dalam Gedung Chandra, tempat ini merupakan food hall semi terbuka yang juga berfungsi sebagai ruang komunitas. Perpaduan arsitektur kolonial dengan sentuhan ornamen Tionghoa membuat suasananya terasa unik sekaligus Instagramable. Nama Petak Enam sendiri berasal dari sejarah kawasan Glodok yang dahulu dipenuhi rumah-rumah petak pada masa Hindia Belanda.
6. Cempedak Goreng Spesial ‘Cik Lina’, Camilan Legendaris yang Kerap Diburu

Mencari camilan di kawasan Petak Enam? Mungkin kamu harus mencoba camilan satu ini. Jika berkunjung ke Glodok Pancoran, sempatkan mencicipi Cempedak Goreng Spesial ‘Cik Lina’. Jajanan kaki lima ini telah lama menjadi ikon kuliner kawasan Pecinan dan selalu ramai didatangi wisatawan yang ingin menikmati cempedak goreng hangat. Setiap potong cempedak digoreng setelah dipesan, sehingga menghasilkan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam. Satu porsi cempedak goreng dibanderol sekitar Rp25 ribu.
7. Kuo – Tie Shantung Ling, Kuotie Halal yang Wajib Dicoba

Salah satu kuliner favorit di kawasan Petak Enam adalah Kuo-Tie Shantung Ling. Jajanan ini terkenal dengan sajian kuotie panggang yang memiliki kulit renyah dan isian yang gurih. Satu porsi berisi lima buah kuotie dijual dengan harga sekitar Rp37 ribu. Seluruh menunya telah mengantongi sertifikat halal, sehingga ramah bagi pengunjung Muslim. Hal tersebut membuat jajanan ini menjadi salah satu destinasi kuliner yang paling banyak dicari di kawasan Pecinan Glodok, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan khas Tionghoa tanpa perlu khawatir mengenai kehalalannya.
Nah, itu dia beberapa rekomendasi destinasi di Glodok Pancoran mulai dari kuliner hingga tempat bersejarah. Jadi, apakah sudah masuk list untuk dikunjungi?










