Mewujudkan Mimpi Mendaki Puncak Rinjani Dengan Melewati Tanjakan Pasir Terjal Yang Menguras Mental #3
Setiap langkah yang diambil seringkali membuat kami terpeleset dan harus mengulang langkah tiga kali lebih banyak.

Ekspedisi Gunung Rinjani
Wisata, Bericuan.id – Melanjutkan cerita dari perjalanan kami di jalur Sembalun Rinjani yang sudah saya bagikan di artikel sebelumnya, kali ini saya akan mengajak kamu menyelami pengalaman mendebarkan dan penuh makna saat kami berusaha menggapai puncak Rinjani.
Sebelum memulai pendakian puncak pada dini hari, kami menikmati keindahan langit malam di Pelawangan Rinjani. Gugusan Bima Sakti tampak jelas, seolah bisa diraih dengan tangan. Suhu dingin menusuk tulang, dan desiran angin menambah sensasi magis malam itu.
Aktivitas memotret menjadi ritual wajib, mengabadikan momen langka di ketinggian sekitar 2.600 meter di atas permukaan laut.

Pukul 02:00 WITA, seluruh tim sudah terjaga dan bersiap. Dari 10 orang, 9 di antaranya siap melanjutkan pendakian ke puncak. Mas Ary, salah satu anggota, harus membatalkan naik ke puncak karena kondisi badan yang kurang fit setelah mengalami gangguan pencernaan sepanjang hari.
Setelah briefing singkat dan doa bersama, pukul 02:30 kami mulai melangkah perlahan, membawa perlengkapan standar seperti jaket tebal, sarung tangan, headlamp, makanan ringan, minuman, dan jas hujan.
Tantangan Jalur Berpasir dan Letter E Puncak Rinjani
Pendakian ke puncak Rinjani terkenal dengan jalur berpasir yang licin. Setiap langkah yang diambil seringkali membuat kami terpeleset dan harus mengulang langkah tiga kali lebih banyak. Ini adalah ujian fisik dan mental yang nyata, menguji ketahanan dan fokus kami.
Sekitar pukul 06:00 pagi, hampir semua dari kami tiba di titik bernama Letter E, sebuah area datar yang cukup luas. Di sini, sangat enak buat beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan spektakuler danau Segara Anak yang berwarna biru kehijauan di sebelah kanan, serta panorama pulau Lombok dari kejauhan.
Momen ini menjadi penyemangat untuk melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Satu per satu anggota tim TDARunners berhasil mencapai puncak Rinjani sebelum pukul 07:00 pagi. Syaukhi lalu diikuti oleh Rawi, Yulia bersama Bang Abduh “Rambo” (guide kawakan kami), kemudian Iis, Lutfiel, Rudi, Andrew, Agus, dan Dafi. Cuaca sangat cerah dengan angin sejuk yang menyambut kami di puncak.
Puncak Rinjani saat itu sudah ramai dengan pendaki, didominasi oleh wisatawan asing yang tampak lebih santai dengan pakaian ala kadarnya.
Berbeda dengan kami yang harus mengenakan pakaian tebal menutupi seluruh tubuh demi melawan dinginnya suhu dan tipisnya oksigen. Mereka tampaknya sudah terbiasa dengan kondisi ekstrem ini.

Foto dan video menjadi ritual wajib, mengabadikan momen berharga setelah perjuangan panjang. Namun, karena suhu yang sangat dingin dan angin kencang, kami hanya bertahan sekitar 15 menit sebelum mulai turun kembali.
Fokus dan Kewaspadaan Tinggi Untuk Turun dari Puncak
Turun dari puncak Rinjani ternyata tidak kalah menantang. Jalur yang curam dengan jurang di sisi kiri dan kanan menuntut kewaspadaan ekstra. Pasir yang rapuh tidak bisa diandalkan sebagai penahan, sehingga kami harus mengandalkan kekuatan kaki dan mental yang kuat agar tidak terpeleset dan jatuh.
Berpose di Puncak Rinjani
Estimasi waktu turun sekitar 2-3 jam sampai kembali ke Pelawangan. Semua anggota tim berhasil turun dengan selamat, disambut dengan sarapan hangat berupa nasi goreng telur, roti bakar, kopi, dan susu yang sangat nikmat.
Rasa lega dan bahagia menyelimuti kami karena mimpi menggapai puncak Rinjani telah terwujud dengan selamat dan sehat.
Tips Penting untuk Pendakian Puncak Rinjani
| Tips Pendakian Puncak Rinjani | Penjelasan |
|---|---|
| Persiapkan fisik dan mental | Pendakian puncak sangat menantang, butuh stamina dan mental kuat |
| Gunakan perlengkapan lengkap | Jaket windbreaker, sarung tangan, headlamp, makanan ringan, dan jas hujan wajib dibawa |
| Mulai pendakian dini hari | Agar bisa menikmati sunrise dan menghindari cuaca panas di siang hari |
| Perhatikan waktu di Letter E | Jika sampai di gugusan batu besar pukul 09:00, sebaiknya turun untuk keselamatan |
| Fokus dan hati-hati saat turun | Jalur turun sangat curam dan berbahaya, jangan lengah |
Puncak Rinjani, Puncak Impian Para Petualang

Pendakian ke puncak Rinjani bersama komunitas TDARunners adalah pengalaman yang penuh tantangan sekaligus keindahan luar biasa.
Dari malam yang penuh bintang di Pelawangan, perjuangan melewati jalur berpasir, hingga momen magis di puncak, semuanya memberikan pelajaran berharga tentang ketekunan, kebersamaan, dan kecintaan pada alam.
Bagi kamu yang ingin mencoba pendakian ini, pastikan persiapan matang dan bergabung dengan komunitas seperti TDARunners agar perjalananmu lebih terorganisir dan menyenangkan.
Gunung Rinjani bukan hanya destinasi wisata, tapi juga perjalanan spiritual dan fisik yang akan mengubah cara pandangmu terhadap alam dan diri sendiri. (*)

























