
Pentingnya Penilaian Bisnis
Bisnis, Bericuan.id – Ulasan mengenai 3 metode valuasi perusahaan berikut ini adalah kelanjutan dari Metode Penilaian Perusahaan untuk memaksimalkan investasi yang pernah dituliskan minggu lalu.
Proses pendirian bisnis sejak awal hingga mencapai titik impas, lalu membukukan keuntungan, adalah perjalanan akumulatif yang memiliki nilai. Saat bisnis mulai menghasilkan keuntungan secara konsisten, nilai entitasnya tidak akan sama dengan nilai saat pertama kali didirikan.
Seperti halnya bangunan yang terus berkembang, perusahaan pun mengalami pertumbuhan nilai. Ketika perusahaan berekspansi dan mengajukan proposal bisnis ke investor ekuitas atau bank, lalu disetujui, nilai perusahaan akan meningkat. Ini mencerminkan kepercayaan dari pihak luar terhadap bisnis tersebut.
Titik impas menjadi pijakan penting bagi perusahaan, diikuti dengan EBITDA positif. Saat perusahaan berekspansi ke wilayah lain, menjadi pemain penting, masuk dalam 10 besar, hingga menjadi trendsetter di pasarnya, setiap langkah ini adalah bagian dari proses block building dalam menciptakan nilai perusahaan. Kenaikan kelas perusahaan sering kali ditandai dengan peningkatan nilainya.
Pengukuran nilai perusahaan merupakan keahlian penting bagi manajemen puncak. Proses ini melalui langkah-langkah konkret yang dapat diterjemahkan dalam angka riil (kuantifikasi), sehingga manajemen memiliki gambaran jelas tentang arah perusahaan ke depannya.
Pengukuran ini dilakukan dengan metode dan teknik yang dapat dipertanggungjawabkan.
Nilai, dalam makna umumnya, bersifat abstrak dan relatif, begitu pula dengan nilai perusahaan. Sebagai entitas yang dinamis, penilaian perusahaan sering kali dipengaruhi oleh faktor persepsi.
Misalnya, meskipun saat ini nilainya stabil, ada kemungkinan tren industri yang terus berubah dapat menurunkan nilai perusahaan di masa depan. Meski demikian, nilai perusahaan tetap bisa dikonversi ke dalam angka yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tugas pebisnis adalah menemukan keseimbangan antara persepsi dan kenyataan, untuk menetapkan harga yang wajar (fair price).
3 Metode Valuasi Perusahaan Paling Umum
- Metode berbasis aset
- Metode berbasis valuasi pasar
- Metode berbasis arus kas (cashflow)
3 metode valuasi perusahaan ini bukan pilihan alternatif, melainkan metodologi umum yang dapat digunakan oleh siapa pun dalam menilai dan menentukan harga perusahaan.
Jika pebisnis menguasai ilmu penilaian perusahaan, kebijakan masa depan perusahaan akan lebih mudah ditentukan.
Dalam proses pertumbuhan perusahaan, aksi korporasi seperti merger, akuisisi, atau pencarian dana melalui bursa sering kali diperlukan. Penilaian perusahaan dengan menggunakan 3 metode valuasi perusahaan akan sangat membantu dalam mempermudah dan menghasilkan keputusan strategis bagi perusahaan.
Lutfiel Hakim – Praktisi Bisnis (*)







