IndustriInvestasiNasional

Alfamart Tutup Ratusan Gerai, Tapi Tetap Rencana Buka 1.000 Toko Baru? Begini Strateginya!

Bisnis, Bericuan.id – Tahun ini menjadi periode yang penuh tantangan bagi sektor retail di Indonesia. Berdasarkan data dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), pertumbuhan bisnis retail diproyeksikan turun dari 5,3 persen pada 2023 menjadi 4,8 persen pada tahun 2024. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk pelemahan daya beli masyarakat dan kenaikan suku bunga.

Imbasnya, ratusan gerai retail, termasuk milik perusahaan besar, harus ditutup. Salah satu contoh nyata adalah Alfamart, yang mengumumkan penutupan sekitar 300 hingga 400 gerai pada tahun ini. Menurut Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Solihin, salah satu penyebab utama Alfamart tutup ini adalah kenaikan biaya sewa yang mencapai 10 kali lipat dibandingkan lima tahun lalu.

“Jika pada tahun 2019 tarif sewa hanya Rp 40-50 juta per tahun, kini bisa mencapai Rp 500 juta per tahun. Hal ini membuat toko-toko di lokasi tertentu tidak lagi menguntungkan,” kata Solihin. Namun, ia menjelaskan bahwa penutupan ini adalah bagian dari strategi untuk menjaga profitabilitas.

Meski terdengar negatif, Alfamart justru tetap optimis dengan masa depan. Hingga akhir tahun, mereka berencana membuka 1.000 gerai baru, sebagian besar difokuskan di luar Pulau Jawa. Solihin yakin strategi ekspansi ini mampu menjaga pertumbuhan perusahaan.

Alfamart Tutup Tetapi Tetap Tumbuh

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, Alfamart mencatatkan laba sebesar Rp 2,39 triliun hingga kuartal III 2024. Angka ini tumbuh 9,52 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Namun, tantangan tetap ada. Solihin, yang juga menjabat Ketua Umum Aprindo, menyebut bahwa pelemahan daya beli masyarakat sangat memengaruhi pola belanja. Konsumen kini lebih memilih produk dengan harga terjangkau dan cenderung mengurangi jumlah barang yang dibeli.

Menurut data Badan Pusat Statistik, konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2024 hanya tumbuh 4,91 persen, lebih lambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Meski demikian, Alfamart terus melakukan inovasi agar tetap relevan di mata konsumen.

Dengan target ekspansi yang ambisius dan strategi yang disesuaikan dengan kondisi pasar, Alfamart tampaknya ingin membuktikan bahwa mereka bisa bertahan bahkan di tengah badai tantangan. Meskipun banyak toko Alfamart tutup, langkah-langkah baru ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan bisnis mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button