Dampak Kebakaran Pasar Baru Tuban: 41 Kios Ludes, Pedagang Rugi Rp200 Juta, Penyebab Menunggu Labfor

Kebakaran di Pasar Baru Tuban, Polisi Tunggu Hasil Labfor Polda Jatim
Kebakaran hebat yang terjadi di Pasar Baru Tuban, Jl. Gajahmada, Kelurahan Kebonsari/Gedongombo, Kecamatan Semanding, pada Kamis (23/4/2026) dini hari, menyisakan dampak ekonomi yang signifikan bagi para pedagang. Hingga Sabtu (25/4/2026), Polres Tuban masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) dan tim identifikasi dari Polda Jawa Timur untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.
Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin, menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap penyebab kebakaran masih berlangsung sambil menunggu hasil resmi dari Labfor dan tim identifikasi Polda Jatim. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil penyelidikan yang pasti.
“Untuk penyebab kebakaran masih menunggu hasil dari Labfor dan tim identifikasi Polda Jatim. Nanti hasilnya akan kami sampaikan jika sudah keluar,” ujar Alaiddin.
Menurutnya, hasil kemungkinan bisa keluar dalam beberapa minggu ke depan jika prosesnya cepat, namun bisa lebih lama lagi tergantung kondisi di lapangan.
Estimasi Kerugian dan Dampak Kebakaran
Pasar Baru Tuban mengalami kebakaran hebat pada Kamis dini hari. Kobaran api tersebut menghanguskan puluhan kios dan los milik pedagang. Data sementara mencatat sebanyak 41 kios dan los terdampak kebakaran yang dimiliki oleh sekitar 15 pedagang.
Sementara itu, estimasi awal kerugian yang dihitung Pemerintah Kabupaten Tuban mencapai sekitar Rp200 juta, dengan asumsi rata-rata kerugian Rp5 juta per kios.
DPRD Desak Bantuan Modal dan Evaluasi Listrik
Pasca-kebakaran hebat tersebut, perhatian datang dari DPRD Kabupaten Tuban. Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, meminta Pemerintah Kabupaten Tuban serius menangani dampak musibah yang menimpa puluhan pedagang terdampak.
Menurut Tulus, pemerintah daerah perlu memikirkan solusi konkret untuk meringankan beban sekitar 15 pedagang yang kios dan losnya terbakar. Ia mendorong Pemkab Tuban menyiapkan bantuan keuangan maupun alternatif fasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pedagang agar bisa kembali menjalankan usahanya.
“Pemda perlu hadir memberikan solusi bagi pedagang yang terdampak, baik bantuan langsung maupun akses permodalan seperti KUR agar mereka bisa bangkit,” ujar Tulus, Jumat (24/4/2026).
Selain bantuan bagi korban, Tulus juga menyoroti pentingnya evaluasi instalasi listrik di area pasar guna meminimalisasi risiko korsleting yang berpotensi memicu kebakaran serupa.
“Saran kita juga agar instalasi listrik di area pasar baru ini dibenahi agar dapat meminimalisir korsleting,” imbuhnya.
Selain itu, rencana anggaran pembangunan atau revitalisasi pasar sebesar Rp24 miliar juga perlu dipertimbangkan untuk mengakomodasi kebutuhan para pedagang terdampak, termasuk penataan ulang lokasi usaha mereka.
“Ke depan instalasi listrik harus diperhatikan serius agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Langkah-Langkah yang Perlu Diambil
Beberapa langkah penting perlu diambil untuk memastikan keamanan dan kelangsungan usaha para pedagang pasca-kebakaran. Berikut beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD:
Bantuan Keuangan Langsung
Pemerintah Kabupaten Tuban perlu segera memberikan bantuan keuangan langsung kepada para pedagang yang terdampak kebakaran. Bantuan ini bertujuan untuk membantu mereka memulai kembali usahanya.Akses KUR
Akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus difasilitasi oleh pemerintah daerah agar para pedagang bisa mendapatkan modal tambahan tanpa kesulitan finansial.Evaluasi Instalasi Listrik
Evaluasi menyeluruh terhadap instalasi listrik di area pasar diperlukan untuk meminimalisasi risiko korsleting yang bisa memicu kebakaran.Revitalisasi Pasar
Rencana anggaran pembangunan atau revitalisasi pasar sebesar Rp24 miliar perlu dipertimbangkan agar dapat mengakomodasi kebutuhan para pedagang terdampak.










