Ulat Grayak Ancam Tanaman Jagung, Petani Khawatir Gagal Panen

Serangan Hama Ulat Grayak Ancam Tanaman Jagung di Kabupaten Belu
Tanaman jagung milik petani di Kabupaten Belu kembali menghadapi ancaman serangan hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para petani karena berpotensi menyebabkan gagal panen. Dalam kondisi ini, petani merasa cemas dan kecewa, terutama karena serangan terjadi pada fase pertumbuhan yang sangat kritis.
Salah satu petani yang terdampak adalah Tomas Kana Nganu (46), warga Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu. Ia mengelola lahan jagung seluas dua hektar dan mengaku sedang menghadapi tantangan besar akibat serangan hama ini. Menurutnya, serangan terjadi saat tanaman berusia satu hingga hampir dua bulan, yaitu fase yang sangat penting dalam perkembangan tanaman.
“Rata-rata tanaman jagung yang diserang hama ini sejak umur satu bulan, mau masuk dua bulan sudah,” ujar Tomas saat ditemui di lokasi lahan. Ia menjelaskan bahwa ulat grayak menyerang secara masif dengan merusak daun, pucuk hingga batang tanaman. Serangan tersebut biasanya terjadi pada malam hari, sehingga sulit dikendalikan.
Tomas mengatakan bahwa ia telah mencoba membeli obat di toko pertanian, tetapi hasilnya tidak memuaskan. “Hama ini makan daun sampai pucuk, bahkan batang jagung,” katanya. Ia juga mengakui bahwa hingga saat ini dirinya belum melaporkan kondisi tersebut kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
Ia berharap ke depan ada perhatian dan pendampingan dari pemerintah agar petani bisa mendapatkan solusi yang tepat dalam mengendalikan hama. “Saya memang belum lapor ke petugas. Harapan kami ke depan, pemerintah bisa membantu kami supaya bisa mengatasi atau mengendalikan hama yang ada, karena kalau dibiarkan kami bisa gagal panen,” tuturnya.
Selain itu, Tomas juga berharap adanya respon cepat dari instansi terkait melalui pendampingan teknis, penyediaan obat pengendali hama, serta sosialisasi cara penanganan ulat grayak yang efektif agar ancaman gagal panen dapat ditekan.
Kerusakan yang Terlihat
Pantauan menunjukkan bahwa sebagian besar tanaman jagung tampak rusak. Daun-daun berlubang, pucuk tanaman mengering, bahkan beberapa batang jagung terlihat patah dan layu. Ulat grayak masih ditemukan bersembunyi di sela-sela daun dan tanah sekitar tanaman.
Kondisi ini menunjukkan bahwa serangan hama ulat grayak semakin parah dan memerlukan tindakan segera. Para petani membutuhkan bantuan yang lebih intensif dari pihak berwenang untuk mengatasi masalah ini.
Upaya yang Diharapkan
Petani seperti Tomas berharap pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan dukungan yang nyata. Beberapa upaya yang diharapkan antara lain:
- Bantuan teknis dari petugas penyuluh lapangan
- Penyediaan obat pengendali hama yang efektif
- Sosialisasi cara penanganan ulat grayak secara benar dan efektif
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari serangan hama dan mencegah gagal panen yang bisa merugikan para petani.










