Internasional

Konflik Timur Tengah Membuat Harapan Umrah di Bandung Tetap Menyala

Pasangan Calon Jemaah Umrah Tetap Berangkat ke Tanah Suci Meski Kekacauan di Timur Tengah

Pasangan calon jemaah umrah, Alex dan Bella, tetap bersikeras untuk berangkat ke Tanah Suci pada 9 Maret 2026 meskipun situasi politik di kawasan Timur Tengah memanas. Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan banyak perubahan dalam rencana perjalanan mereka. Namun, keduanya tetap mempercayai takdir dan mengandalkan doa serta tawakal sebagai langkah utama.

Alex mengungkapkan bahwa ia dan Bella memantau perkembangan terbaru dengan cermat. Ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap ada di tangan Tuhan. “Kalau Allah mengizinkan kita berangkat 9 Maret ya berangkat. Tapi kalau Allah belum menentukan, ya mungkin kita reschedule pemberangkatan,” ujarnya saat ditemui di Trans Studio Mall, Bandung.

Menurut Alex, kondisi penerbangan langsung dari Jakarta ke Jeddah atau Madinah masih relatif aman. Beberapa maskapai seperti Saudi Airlines, Garuda Indonesia, dan Lion Air masih menjalankan penerbangan tanpa gangguan signifikan. Namun, situasi berbeda dialami rute transit yang melibatkan negara-negara Timur Tengah seperti Dubai, Kuwait, Bahrain, dan Qatar. Banyak penerbangan yang harus dibatalkan akibat ketegangan tersebut.

“Tapi pesawat-pesawat yang transit di Dubai, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan lain-lain banyak yang cancel,” katanya. Meski begitu, Alex tetap berharap dirinya dan Bella bisa berangkat sesuai jadwal. “Saya masih berharap insyaallah 9 Maret ini saya masih berangkat. Masih ditakdirkan untuk berangkat,” ujarnya.

Di balik keyakinannya, Alex dan Bella mengakui adanya rasa cemas. Menurutnya, kekhawatiran bukan hanya soal keberangkatan, tetapi juga kepulangan ke Indonesia jika konflik semakin meluas. “Yang sebenarnya kita takutin setelah kita di sana kita enggak bisa pulang. Nah, itu yang kita khawatir. Khawatir itu malah pulangnya bisa dua sampai tiga bulan mendatang,” tutur Bella.

Meski begitu, keduanya tetap berharap wilayah udara Arab Saudi tidak terdampak konflik sehingga perjalanan ibadah tetap berjalan lancar. “Selama udara di wilayah Saudi itu masih aman, tidak terkontaminasi perang, ya aman,” ucapnya.

Pada akhirnya, Alex menegaskan bahwa ia dan Bella hanya bisa berharap dapat berangkat dan pulang sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Harapan kami bisa berangkat dan pulang sesuai jadwal. Tapi semua kan tergantung dari takdir Allah,” kata Bella.

Konflik AS-Israel Vs Iran

Perang di Timur Tengah yang terjadi saat ini melibatkan tiga negara yaitu Amerika Serikat-Israel melawan Iran. AS dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2/2026). Serangan ini menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa petinggi militer Iran tewas.

Atas serangan tersebut, Iran melakukan serangan balasan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer dan aset AS yang berada di sejumlah negara Teluk, Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Setelah menyerang pangkalan militer AS di Arab Saudi, Iran memperluas serangan balasan dengan menargetkan fasilitas AS yang berada di Timur Tengah.

Pemerintah Arab Saudi menyatakan pada Selasa (3/3/2026) pagi Kedutaan Besar AS di Riyadh diserang dua drone, sehingga menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan kecil. Sejumlah negara meminta warganya keluar dari Arab Saudi. Namun, hal itu tidak mudah dilakukan karena sebagian besar wilayah udara ditutup dan banyak terjebak.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button